HOLOPIS.COM, JAKARTA – Valentino Rossi menyoroti performa Francesco Bagnaia, yang belum stabil sepanjang musim MotoGP 2026. Juara dunia dua kali itu dinilai mulai kesulitan bersaing di papan atas bersama motor Ducati GP26.
Rossi yang hadir langsung di seri MotoGP Catalunya 2026 mengaku tetap melihat semangat besar dari murid VR46 Academy tersebut. Namun menurutnya, Ducati juga harus bekerja lebih keras membantu Pecco menemukan performa terbaiknya lagi.
“(Bagnaia) memiliki sikap yang sangat baik tahun ini, dia benar-benar memberikan yang terbaik,” kata Rossi kepada Sky Italia yang dikutip Holopis.com, Selasa (19/5/2026).
Meski sempat merebut pole position di Le Mans dan beberapa kali finis runner-up di Sprint Race, Bagnaia belum sekali pun naik podium di balapan utama musim ini. Situasi itu membuat masa depannya di Ducati mulai dipertanyakan.
Bahkan muncul rumor bahwa Pecco bisa hengkang ke Aprilia pada musim 2027.
Rossi pun mengibaratkan hubungan Pecco dan Ducati seperti sebuah pernikahan yang sedang mengalami masalah.
“Seperti dalam pernikahan di mana kalian saling mencintai begitu dalam, ketika hal-hal buruk terjadi seperti tahun lalu, dan hasilnya tidak sesuai harapan,” ujar Rossi.
“Saya harap semua orang di Ducati juga berusaha, karena saya pikir potensi untuk menang lagi ada di sana,” lanjutnya.
Sementara itu, Bagnaia mengaku dirinya sudah berusaha maksimal memahami karakter motor GP26 yang menurutnya masih sulit ditebak.
“Saya pikir saya memberikan yang terbaik, sedikit lebih,” ujar Pecco.
Pebalap asal Turin itu menilai Ducati saat ini belum memiliki setelan dasar motor yang benar-benar cocok di semua sirkuit.
Ia bahkan membandingkan situasinya dengan Fabio Di Giannantonio yang tampil lebih konsisten bersama motor serupa.
“Kami tidak memiliki pengaturan dasar yang baik yang bekerja sangat baik di mana-mana, seperti yang berhasil ditemukan Diggia,” katanya.
Pada Sprint Race Catalunya, Bagnaia harus memulai balapan dari posisi ke-13 sebelum akhirnya finis keenam. Ia mengaku motor Ducati GP26 sebenarnya cukup baik saat menikung di Barcelona, namun kehilangan traksi di lap-lap awal masih menjadi masalah besar.
Komentar Rossi dan pengakuan Pecco ini semakin memperlihatkan bahwa Ducati masih punya pekerjaan rumah besar jika ingin kembali mendominasi MotoGP musim 2026.


