HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan dua kapal pengangkut LPG berkapasitas besar, yakni PG1 dan PG2, untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar ke berbagai wilayah Indonesia.
Kedua kapal tersebut menjadi tulang punggung distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional. Hal itu terutama untuk wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun menjelaskan keberadaan PG1 dan PG2 punya peran penting dalam menjaga pasokan LPG agar tetap tersedia bagi masyarakat.
“PG1 dan PG2 memiliki peran strategis dalam memastikan pasokan LPG dapat terus menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” kata Roberth dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (15/5/2026).
PG1 dan PG2 merupakan kapal kembar atau sister ship dengan spesifikasi identik yang dirancang khusus untuk mengangkut LPG dalam jumlah besar secara aman dan efisien.
Masing-masing kapal memiliki kapasitas angkut sekitar 80 ribu metrik ton LPG dengan deadweight tonnage (DWT) sekitar 50 ribu ton. Kedua kapal itu juga memiliki panjang mencapai sekitar 225 meter.
Dalam satu kali pelayaran, armada PG1 dan PG2 secara agregat mampu membawa sekitar 80 ribu metrik ton LPG. Jumlah tersebut dinilai sangat vital dalam menjaga pasokan energi nasional di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
“Di balik distribusi LPG yang digunakan setiap hari, terdapat operasional armada laut yang bekerja menjaga kontinuitas energi nasional,” kata Roberth.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia sangat bergantung pada jalur laut untuk mendistribusikan energi ke berbagai daerah. Dalam sistem distribusi tersebut, PG1 dan PG2 berfungsi sebagai penghubung utama dari terminal LPG menuju berbagai titik distribusi di seluruh Indonesia.
Selain memiliki kapasitas besar, kedua kapal tersebut juga dioperasikan sepanjang tahun dengan standar keselamatan tinggi. Hal itu menjadi faktor penting mengingat LPG termasuk muatan berisiko tinggi yang memerlukan pengawasan ketat selama proses pengangkutan.

