Daan Mogot Bakal Macet Panjang, Jalur Transjakarta Dibongkar Imbas Proyek Pompa Air

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Langkah itu seiring dimulainya proyek pembangunan sistem tata air dan rumah pompa untuk pengendalian banjir.

Proyek besar tersebut diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2027. Dengan adanya proyek itu berpotensi memengaruhi arus lalu lintas di salah satu jalur utama penghubung Jakarta Barat.

Dalam proyek ini, sejumlah titik pembangunan rumah pompa akan dikerjakan di sepanjang Jalan Daan Mogot, yakni Rumah Pompa Depag, Rumah Pompa KM 13, Rumah Pompa KM 13A, dan Rumah Pompa KM 13B.

Pelaksana Harian Kepala Dishub DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan pekerjaan konstruksi akan memakan sebagian badan jalan sehingga rekayasa lalu lintas harus diterapkan bertahap.

“Pekerjaan konstruksi sampai dengan selesai dimulai dari tanggal 7 Januari 2026 hingga 6 Agustus 2027,” kata Ujang dikutip dari laman resmi Pemkot Jakarta Barat, Kamis, (14/5/2026).

Untuk lokasi Rumah Pompa Depag, pekerjaan dilakukan di sisi selatan Jalan Daan Mogot dekat offramp fly over Pesing arah Kalideres.

Area taman dan satu lajur jalan akan digunakan untuk aktivitas konstruksi sehingga akses pejalan kaki dialihkan melalui sisi kiri badan jalan.

Sementara, di titik Rumah Pompa KM 13 yang berada di seberang Mitsubishi Motors, kondisi serupa juga diterapkan dengan pengurangan satu lajur kendaraan.

Menurut dia, selama pekerjaan berlangsung akan menggunakan area taman dan mengokupansi satu lajur badan jalan sepanjang area pekerjaan.

“Sehingga akses pejalan kaki akan di kanalisasi pada sisi kiri badan jalan (2 lajur mix traffic). Pekerjaan konstruksi sampai dengan selesai dimulai dari tanggal 7 Januari 2026-6 Agustus 2027,” ujar Ujang.

Pekerjaan juga dilakukan di kawasan Rumah Pompa KM 13B setelah Halte Transjakarta Pulo Nangka serta Rumah Pompa KM 13A setelah Halte Transjakarta Jembatan Baru.

Seluruh titik proyek akan menggunakan pola pengurangan lajur yang sama selama masa konstruksi berlangsung.

Tak hanya itu, Dishub DKI juga melakukan pembongkaran sementara separator jalur Transjakarta sepanjang sekitar 1,6 kilometer mulai dari KM 13 hingga KM 13B.

Akibatnya, bus Transjakarta akan bercampur dengan kendaraan umum atau mix traffic hingga proyek selesai.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi lajur kendaraan selama pekerjaan pembangunan berlangsung.

Proyek pembangunan sistem tata air ini diprakarsai Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dengan pelaksana konstruksi oleh PT Brantas Abipraya.

Pihak pelaksana diminta bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan pengguna jalan, baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki di sekitar lokasi proyek.

Dishub DKI juga mengimbau masyarakat menghindari ruas Jalan Daan Mogot apabila memungkinkan. Imbauan itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama proyek berjalan.

“Agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan,” tutur Ujang.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU