Pelatih Irak Bongkar Ketidakadilan untuk Indonesia di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menyisakan cerita panas. Bukan hanya soal persaingan di lapangan, tapi juga kontroversi yang dinilai memengaruhi hasil akhir terutama bagi Timnas Indonesia.

Sorotan tajam datang dari pelatih Timnas Irak, Graham Arnold. Ia menilai situasi di Grup B tidak berjalan adil, khususnya bagi Indonesia yang harus menghadapi tekanan jadwal dan kondisi pertandingan.

Grup B sendiri dihuni oleh Indonesia, Irak, dan tuan rumah Timnas Arab Saudi. Seluruh pertandingan digelar di Arab Saudi pada Oktober 2025. Terpilihnya Saudi sebagai tuan rumah pun menuai tanda tanya dari Arnold.

Menurutnya, perubahan kebijakan tuan rumah menjadi awal ketimpangan. Ia mengaku sempat memahami bahwa ronde ini akan berlangsung di tempat netral, bukan di negara peserta.

“Bahwa saya menyayangkan hal yang terjadi terhadap Indonesia di grup kami karena itu benar-benar tidak adil. Sebab kita semua tahu [ronde keempat kualifikasi] digelar di Qatar dan Arab Saudi,” kata Arnold dalam wawancara The Howie Games Youtube yang beredar di media sosial, dikutip pada Selasa, (6/5/2026)

Ia pun mengungkap kejanggalan saat penunjukan tuan rumah berubah di tengah jalan. Awalnya, tim dengan peringkat FIFA tertinggi disebut akan menjadi tuan rumah, yang membuat Irak merasa punya peluang.

- Advertisement -

“Ketika undian sudah dilaksanakan, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi yang akan jadi tuan rumah putaran keempat. Saya pikir ‘Oh, itu bagus karena kami (Irak) bisa jadi tuan rumah’ karena Qatar peringkat ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58,” tuturnya.

Namun, keputusan akhir justru menunjuk Arab Saudi sebagai tuan rumah, sesuatu yang menurut Arnold tidak jelas prosesnya.

“Entah bagaimana caranya, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah,” lanjut eks pelatih Sydney FC itu.

Selain faktor lokasi, Arnold juga menyoroti perbedaan waktu istirahat antar tim. Ia menilai kondisi ini memberi keuntungan besar bagi tuan rumah.

“Tentu Indonesia harus main dan siap-siap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu. Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami dan kami menang,” tuturnya.

Sementara itu, Arab Saudi disebut memiliki waktu pemulihan yang jauh lebih panjang.

“Arab Saudi punya jeda enam atau tujuh hari. Sedangkan kami harus bertanding lagi dua hari setelah melawan Indonesia,” ujar Arnold.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh pada hasil akhir. Saudi keluar sebagai juara Grup B dan memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Irak harus melanjutkan perjuangan ke ronde berikutnya, sementara Indonesia harus tersingkir di posisi terbawah.

Meski demikian, perjalanan Irak belum berhenti. Mereka masih harus menghadapi tim dari konfederasi lain dalam laga playoff. Hasilnya, Irak berhasil memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Bolivia dengan skor 2-1.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU