HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia justru tetap jadi magnet bagi investor asing. Hal ini disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, usai melaporkan perkembangan investasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Menurut Rosan, tensi geopolitik dan geoekonomi global ternyata tidak menyurutkan minat investor untuk menanamkan modal di Tanah Air.
“Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik,” ujar Rosan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Rosan mengungkapkan bahwa dalam berbagai kunjungan kerja ke negara-negara seperti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang, respons investor terhadap Indonesia tetap positif.
Dalam sejumlah forum internasional hingga pertemuan terbatas, Indonesia bahkan disebut masih menjadi salah satu tujuan investasi utama.
Dari Jepang saja, potensi investasi yang masuk hampir mencapai USD 30 miliar. Sementara dari Korea Selatan, nilainya sekitar USD 10 miliar. Adapun investasi dari Tiongkok disebut tetap stabil dan konsisten.
Tren positif ini sejalan dengan ambisi besar pemerintah dalam meningkatkan realisasi investasi nasional.
Jika pada periode 2014–2024 total investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun, maka pada periode 2025–2029 targetnya melonjak menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.
“Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga,” imbuh Rosan.
Dengan angka komitmen yang terus mengalir dan kepercayaan investor global yang tetap tinggi, Indonesia menunjukkan daya saing yang kuat di tengah ketidakpastian global.
Stabilitas ekonomi, potensi pasar besar, serta kebijakan hilirisasi menjadi faktor utama yang membuat Indonesia tetap dilirik sebagai destinasi investasi unggulan.
Ke depan, pemerintah berharap tren ini terus berlanjut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

