JAKARTA, Holopis.com – Lisa BLACKPINK mencuri perhatian di opening Piala Dunia 2026 lewat penampilan elegan bak superstar Hollywood yang langsung jadi sorotan dunia.
Malam pembukaan Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Los Angeles, berlangsung seperti pertemuan antara olahraga, musik, dan fashion dalam skala paling megah yang pernah ada.
Di tengah gemerlap panggung global itu, Lisa BLACKPINK muncul sebagai salah satu figur paling mencuri perhatian diaman membawa energi pop star yang terasa lebih besar dari sekadar sebuah penampilan musik.
Lisa tampil sebagai salah satu pengisi acara pembuka dengan membawakan lagu resmi berjudul “Goals”, yang juga menandai kolaborasi lintas budaya bersama Anitta dan Rema.
Lagu ini dirancang sebagai anthem global yang memadukan Latin pop, KPop, dan afrobeats, menciptakan ritme yang terasa universal dan mudah diterima di berbagai belahan dunia.
Di atas panggung SoFi Stadium, kombinasi itu berubah menjadi ledakan energi yang bukan hanya terdengar, tetapi juga terasa melalui ribuan penonton yang memenuhi stadion.
Dalam penampilannya, Lisa memilih tampilan serba putih yang langsung menjadi sorotan kamera global dengan korset berstruktur tegas, celana pendek dengan potongan modern, serta boots tinggi yang memberi kesan bold namun tetap elegan.
Visualnya menghadirkan siluet yang kuat, seperti dirancang untuk panggung besar yang menuntut kehadiran visual selevel superstar Hollywood.
Gaya tersebut seakan mempertegas posisi Lisa bukan hanya sebagai idola KPop, tetapi juga ikon fashion global.
Setiap gerakan panggungnya terasa presisi, namun tetap ringan dan natural.
Koreografi yang ia bawakan mengalir dengan kontrol penuh, menunjukkan pengalaman panggung internasional yang sudah matang, sekaligus kemampuan Lisa untuk menguasai perhatian audiens lintas budaya.
Momen ini juga menjadi tonggak penting dalam sejarah Piala Dunia.
Lisa disebut sebagai salah satu penyanyi Asia yang tampil dalam opening ceremony ajang sepak bola terbesar dunia tersebut, serta mencatat sejarah sebagai artis Korea Selatan dan Thailand pertama yang tampil di panggung pembukaan Piala Dunia.
Pencapaian ini menambah panjang daftar representasi KPop di panggung global, setelah sebelumnya Jung Kook BTS tampil di upacara pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Namun, Lisa tidak tampil sendirian dalam sorotan malam itu.
Opening ceremony Piala Dunia 2026 juga diramaikan oleh nama-nama besar seperti Katy Perry dan Tyla, yang turut memperkuat atmosfer sebagai pertunjukan musik kelas dunia.
Meski begitu, kehadiran Lisa tetap menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan di media sosial, terutama karena kombinasi antara estetika visual, koreografi, dan karisma panggungnya.
Di balik kemegahan panggung, Piala Dunia 2026 sendiri menandai era baru dalam sejarah turnamen sepak bola.
Untuk pertama kalinya, ajang ini digelar di tiga negara sekaligus yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Format baru dengan 48 negara peserta membuat turnamen ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, baik dari segi skala pertandingan maupun dampak globalnya.
Dalam konteks ini, opening ceremony tidak lagi sekadar seremoni pembuka. Ia telah berevolusi menjadi panggung budaya pop global, tempat di mana musik, fashion, dan olahraga bertemu dalam satu narasi besar.
Lisa, dalam hal ini, hadir bukan hanya sebagai performer, tetapi juga sebagai representasi dari generasi baru artis global yang melintasi batas industri dan negara.
Penampilannya di SoFi Stadium memperlihatkan bagaimana industri hiburan kini bergerak ke arah yang semakin terintegrasi.
Musik tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pengalaman visual dan budaya yang lebih luas. Fashion menjadi bahasa, panggung menjadi kanvas, dan artis seperti Lisa menjadi titik pusat yang menghubungkan semuanya.
Dengan sorotan kamera global dan jutaan penonton di seluruh dunia, Lisa BLACKPINK tidak sekadar tampil di pembukaan Piala Dunia 2026.
Ia meninggalkan jejak sebagai salah satu momen paling ikonik malam itu, sebuah penampilan yang memadukan energi pop, estetika fashion tinggi, dan kekuatan budaya global dalam satu panggung yang sama.


