HOLOPIS.COM, Pegunungan Bintang — Operasi gabungan TNI-Polri membongkar ladang 135 batang ganja setinggi 2 meter di hutan Papua. Dari penyisiran itu, aparat juga menangkap pemilik kebun yang mengakui tanaman tersebut miliknya.
Tim gabungan TNI-Polri kembali mengungkap ladang ganja di wilayah Papua Pegunungan.
Kali ini, sebanyak 135 batang tanaman ganja ditemukan tersebar di dua titik hutan Kabupaten Pegunungan Bintang.
Seorang warga yang diduga sebagai pemilik kebun langsung diamankan di lokasi.
Pengungkapan dilakukan oleh Satgas Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) bersama Satgas Operasi Damai Cartenz pada Sabtu (11/4/2026), seperti keterangan tertulis yang diterima Holopis.com.
Operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas berkebun ganja di area hutan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim yang dipimpin Dansatgas Yonif 751/VJS Letkol Inf Erwan Harliantoro langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran.
Hasilnya, aparat menemukan dua titik ladang ganja.
Di lokasi pertama, ditemukan 55 batang tanaman ganja dengan tinggi sekitar 1,5 meter.
Sementara di titik kedua, terdapat 80 batang ganja dengan tinggi mencapai 2 meter dan diduga sudah siap panen.
“Total ada 135 batang ganja yang kami temukan di dua lokasi berbeda. Semuanya langsung kami cabut sebagai barang bukti,” kata Erwan.
Selain menyita tanaman ganja, aparat juga mengamankan seorang warga sipil berinisial LU.
Dari hasil pemeriksaan awal, LU mengakui bahwa ladang tersebut adalah miliknya.
“Yang bersangkutan sudah mengakui kepemilikan ladang ganja tersebut. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diserahkan ke Polres Pegunungan Bintang untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.
Erwan menegaskan, penemuan ladang ganja di wilayah tersebut bukan kali pertama.
Sebelumnya, pada Oktober lalu, aparat juga menemukan ratusan batang ganja di kawasan hutan yang sama.
“Temuan sebelumnya juga langsung dimusnahkan. Ini menunjukkan masih adanya aktivitas serupa di wilayah tersebut,” katanya.
Aparat pun mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam penanaman maupun peredaran narkotika.
Operasi serupa akan terus dilakukan untuk menekan peredaran barang terlarang di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami akan terus lakukan operasi secara berkelanjutan untuk memutus rantai peredaran narkotika dan menjaga keamanan wilayah,” tutup Erwan.

