Jusuf Kalla Singgung Konflik Agama, Ronald Sinaga: Itu Ngawur dan Pelecehan!

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla diduga telah melontarkan pernyataan yang menjurus kepada penistaan agama.

Video yang beredar di media sosial tersebut diketahui merupakan potongan dari video ceramah bertajuk ‘Strategi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar’.

Dalam ceramahnya, Jusuf Kalla membawa-bawa ajaran agama Kristen yang diklaim syahid jika membunuh umat muslim.

“Karena kedua dua Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang, mati atau mematikan itu syahid. Semua pihak Kristen juga berpikir begitu. Kalau saya bunuh orang islam saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid,” ucap Jusuf Kalla dalam video yang beredar seperti dikutip Holopis.com.

Menanggapi video tersebut, Wakil Ketua Umum PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Ronald Sinaga mengecam pernyataan Jusuf Kalla.

“Wah pernyataan pak JK ini parah, kacau kalau begini,” ucap Ronald dalam unggahan di akun instagramnya.

- Advertisement -

Ronald menegaskan bahwa tidak ada sekalipun ajaran di agama Kristen yang memperbolehkan untuk membunuh umat Islam maupun agama lainnya.

“Tidak ada ajaran kristen sekalimat apapun yang mengajarkan membunuh islam atau membunuh kaum muslim itu mati syahid,” tegasnya.

“Kaga ada, kaga pernah denger,” sambungnya.

Ronald pun menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar menontong potongan video yang beredar di media sosial. malahan, dirinya sudah melihat isi video secara penuh.

“Jadi sekali lagi tidak ada di kristen yang namanya bunuh orang islam itu mati syahid. Itu ngawur,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ronald mendorong agar permasalahan ucapan Jusuf Kalla tersebut mendapatkan perhatian yang cukup serius dan tidak berlalu begitu saja.

Terlebih, dirinya menganggap apa yang sudah disampaikan seorang Jusuf Kalla adalah ucapan yang melecehkan.

“Dan saya rasa ini tidak bisa dilewatkan atau dilupakan begitu saja. Patut diseriusin karena ini sudah masuk pelecehan dan sangat sangat sesat dan tidak pantas keluar dari mulut seorang mantan wakil Presiden,” tandasnya.

Sementara itu, juru bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan bahwa potongan video tersebut diambil dari ceramah JK di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada Kamis (5/3/2026).

Menurut Husain, dalam ceramah itu JK tidak sedang menjelaskan ajaran teologi agama, melainkan menggambarkan realitas sosiologis yang terjadi saat konflik komunal di Poso dan Ambon pada awal era reformasi.

“Yang disampaikan Pak JK adalah realitas di lapangan saat konflik pecah. Pada masa itu, memang ada kelompok dari kedua pihak yang sama-sama menyerukan perang suci dan mengklaim bahwa membunuh lawan atau mati dalam konflik adalah syahid. Itu fakta sejarah dari konflik bernuansa SARA, bukan pendapat pribadi Pak JK,” kata Husain di Jakarta, Sabtu (10/4).

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU