HOLOPIS.COM, JAKARTA – Microsoft mengakui bahwa aturan penggunaan Copilot selama ini membuat layanannya terlihat kurang bisa dipercaya. Hal ini ikut memicu anggapan bahwa Copilot jadi salah satu AI (Artificial Intelligence) yang paling sering diremehkan pengguna.
Dalam aturan yang terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2025, Microsoft menulis bahwa Copilot “hanya untuk hiburan”, bisa saja salah, dan tidak boleh dijadikan acuan untuk hal-hal penting. Pengguna juga diminta memakai Copilot dengan risiko sendiri.
Pernyataan ini ramai dibahas di media sosial karena dianggap terlalu merendahkan produk mereka sendiri, apalagi Microsoft sedang mendorong Copilot untuk dipakai di dunia kerja dan bisnis.
“Sekarang Copilot sudah berkembang, jadi bahasa lama itu sudah tidak sesuai lagi dan akan kami ubah di pembaruan berikutnya,” kata pihak Microsoft, dikutip Holopis.com dari Techcrunh, Senin (6/4).
Bukan hanya Microsoft yang memberi peringatan seperti itu. Perusahaan lain seperti OpenAI dan xAI juga mengingatkan pengguna agar tidak langsung menganggap jawaban AI sebagai kebenaran.
Meski begitu, cara Microsoft menyampaikan peringatannya dinilai lebih tegas. Akibatnya, banyak pengguna jadi menganggap Copilot kurang andal dan cenderung meremehkannya, walaupun kemampuannya terus berkembang dan mulai banyak dipakai untuk pekerjaan.

