Khusus MINYAKITA, juga terjadi penurunan harga dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu sebanyak 7,5 persen. Pada periode tahun lalu, harga MINYAKITA mencapai Rp17.200/liter, sedangkan pada tahun ini harga dapat terjaga di Rp15.700/liter.
Kemudian, harga beras SPHP terpantau Rp12.500/kg, minyak goreng curah Rp22.000/liter, minyak goreng kemasan premium Rp15.000/liter, tepung terigu Rp12.000/kg, dan daging sapi Rp140.000/kg. Selain itu, harga gula pasir kemasan Rp19.000/kg, daging ayam ras Rp45.000/kg, telur ayam ras Rp32.000/kg, bawang merah Rp50.000/kg, cabai rawit merah Rp100.000/kg, dan bawang putih honan Rp40.000/kg.
Rano, pedagang beras di Pasar Minggu menyatakan, pasokan beras cukup dan harga beras pasca-Lebaran mulai berangsur turun. “Pasca-Lebaran, dengan adanya panen, harga mulai turun. Pasokan saat ini aman, saya juga terbantu dengan adanya SPHP, jadi (pembeli) ada pilihan kalau harga sedang naik. Harapannya, pasokan bisa terus ada dan harga stabil terus,” tutur Rano.
Sementara itu, Selamet, pedagang telur di Pasar Minggu mengaku pasokan di tokonya terus tercukupi dan harga tetap stabil pasca-Lebaran. “Setelah Lebaran, belum semua pedagang berjualan, tetapi permintaan banyak, tidak menurun. Pasokan kami tercukupi sesuai dengan yang kami butuhkan (untuk berjualan),” ujar Selamet.
Selain itu, Fatimah, pedagang sayur di Pasar Minggu mengaku harga dan permintaan terhadap sayur stabil. “Pasca-Lebaran ini, harga normal, seperti biasa, tidak tinggi. Untuk permintaan juga biasa saja. Mudah-mudahan kalau bisa, harga tetap standar saja, tidak usah naik–turun. Saya juga berharap omzet bisa semakin meningkat,” tutur Fatimah.


