HOLOPIS.COM, BALI – Perhelatan seni “Kalangan Widya Mahardika V” resmi dibuka dengan sorotan utama pada pameran tunggal retrospektif “Pharama Paraga” yang digelar di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Rabu (25/3/2026).
Acara ini menjadi panggung besar bagi penguatan pariwisata berbasis budaya, yang turut dihadiri dan diapresiasi langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Pameran “Pharama Paraga” ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan “Kalangan Widya Mahardika V”. Acara ini menjadi penegasan bahwa penguatan ekosistem pariwisata di Bali sangat bergantung pada konsistensi pengembangan karya seni dan budaya lokal.
Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat perjalanan artistik Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana selama dua dekade terakhir. Sebanyak 88 karya pilihan dipamerkan untuk menunjukkan dedikasi dan evolusi visual sang seniman kepada publik.
Menpar Widiyanti menyatakan bahwa pameran seni seperti ini merupakan implementasi nyata dari tren cultural immersion. Menurutnya, daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara saat ini adalah kesempatan untuk merasakan pengalaman budaya yang mendalam.
Kurasi terhadap 88 karya yang dipajang melibatkan tim ahli dari tingkat internasional dan lokal. Fokus utama pameran ini adalah memperlihatkan transformasi artistik Kun Adnyana yang bergerak dari periode awal hingga ke tahap pencapaian terkini.
Secara visual, karya-karya yang dipamerkan menunjukkan pergeseran gaya yang signifikan. Penonton diajak menelusuri transisi dari bentuk figuratif-metaforis menuju eksplorasi bentuk-bentuk abstrak yang lebih kontemporer.
Eksplorasi artistik ini dinilai membuktikan peran penting akademisi yang juga merangkap sebagai praktisi seni. Keberadaan pameran ini secara otomatis memperkaya khazanah seni lukis kontemporer di tingkat nasional.
Selain pameran fisik, pembukaan acara dimeriahkan dengan pertunjukan kolosal intermedium berjudul “Kirtya–Jnana–Kawya”. Pertunjukan ini memadukan unsur tari tradisional dengan teknologi pencahayaan serta animasi digital.
Kegiatan yang merupakan bagian dari “Bulan Pendidikan” (Sadhamasa Widya Mahardika) ini mempertegas posisi ISI Bali sebagai pusat kreativitas. Program ini mengintegrasikan proses pembelajaran dengan perayaan seni yang dinamis.
Pameran “Pharama Paraga” dijadwalkan akan tetap dibuka untuk umum hingga bulan Mei 2026. Hal ini memberikan ruang bagi wisatawan dan penikmat seni untuk mengapresiasi evolusi kreatif seniman Bali secara langsung.
Di sela kunjungan, Menpar juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Politeknik Pariwisata Bali dan ISI Bali. Sinergi ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan kebudayaan.
Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana, menegaskan bahwa pameran ini berfungsi sebagai ruang aktualisasi bagi civitas akademika. Ia berharap setiap karya yang ditampilkan dapat berkontribusi pada kemajuan seni Indonesia di kancah internasional.

