Satu Dekade IPOS: Proyeksi Serap 51 Ribu Tenaga Kerja di Sektor MICE

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAWakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa penyelenggaraan Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS) Vol. 10 atau IPOS-X merupakan momentum krusial untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri event global.

Dalam pembukaan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (28/4/2026), ia menyebut satu dekade perjalanan IPOS bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah gerakan peningkatan martabat industri MICE di panggung internasional.

- Advertisement -

Pertumbuhan industri event ke depan diprediksi akan menjadi pilar utama pariwisata nasional seiring dengan tren global seperti meningkatnya kebutuhan perjalanan korporat dan perkembangan acara berbasis hibrida.

Pemerintah kini tengah fokus mengarahkan penguatan sektor ini melalui perbaikan regulasi, standardisasi kapasitas, hingga pemberian insentif yang lebih adaptif bagi para pelaku usaha.

- Advertisement -

Dalam arahannya, Ni Luh Puspa menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan ekosistem ini terus berkembang secara berkualitas.

“IPOS bukan sekadar sebuah event, tetapi gerakan bersama untuk memajukan, meningkatkan profesionalitas, dan mengangkat martabat industri MICE serta event Indonesia di panggung nasional dan global,” ujar Ni Luh Puspa di hadapan para pemangku kepentingan industri pariwisata.

Dampak ekonomi yang dihasilkan dari kolaborasi ini pun tercatat sangat signifikan bagi perekonomian nasional dan daerah.

Founder IPOS, Harry D. Nugraha, mengungkapkan bahwa sepanjang satu dekade pelaksanaannya, IPOS telah berhasil menghubungkan ratusan pelaku bisnis yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja secara masif di seluruh provinsi di Indonesia.

Harry menjelaskan bahwa kegiatan ini diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 51.188 lapangan kerja yang tersebar di 34 provinsi.

Angka ini lahir dari potensi 454 prospek bisnis yang nilai transaksinya diperkirakan menembus angka Rp396 miliar. Ia meyakini bahwa lantai bursa bisnis pada hari kedua akan menjadi puncak kolaborasi nyata bagi para buyer dan seller yang telah terkurasi dengan ketat.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum II DPP IVENDO, Romi Rismawan, menyatakan bahwa kematangan industri event saat ini sangat bergantung pada keterhubungan antar komunitas dan pelaku usaha.

Menurutnya, IPOS mencerminkan ekosistem yang sudah terorientasi pada dampak nyata, bukan sekadar pertemuan rutin tahunan. “Kemajuan industri tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan melalui kolaborasi yang saling melengkapi antara komunitas, asosiasi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Romi menutup pernyataannya.

Penyelenggaraan IPOS-X selama tiga hari ini juga didampingi oleh pejabat teras Kementerian Pariwisata, termasuk Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Vinsensius Jemadu serta Deputi Bidang Industri dan Investasi Rizki Handayani, yang mempertegas dukungan penuh pemerintah terhadap keberlanjutan industri kreatif ini.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru