HOLOPIS.COM, JAKARTA – Momentum libur Lebaran 2026 dimanfaatkan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk menarik minat masyarakat menggunakan transportasi publik. Kebijakan itu dengan memberlakukan tarif hanya Rp1.
Kebijakan ini berlaku selama dua hari, yakni saat Hari H dan H+1 Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah tersebut diambil berdasarkan keputusan resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya meningkatkan mobilitas warga selama periode libur panjang.
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menjelaskan program ini jadi bentuk layanan spesial bagi masyarakat.
“Kami memberlakukan tarif khusus Rp1 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Rendy di Jakarta, dikutip pada Jumat, (20/3/2026).
Tak hanya tarif murah, MRT Jakarta juga menyesuaikan pola operasional selama masa libur Lebaran yang berlangsung pada 18–24 Maret 2026.
Selama periode tersebut, MRT menerapkan jadwal akhir pekan dengan jam operasional mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB, serta headway (jarak antar kereta) setiap 10 menit.
Pun, untuk khusus malam takbiran, layanan bahkan diperpanjang hingga pukul 01.00 WIB. Hal itu untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas warga yang merayakan malam sebelum Lebaran.
Sebanyak 13 stasiun akan beroperasi penuh dengan total 219 perjalanan kereta setiap hari didukung tujuh rangkaian kereta yang siap melayani penumpang.
Mengantisipasi potensi lonjakan penumpang akibat tarif super murah, MRT Jakarta memastikan seluruh layanan tetap berjalan optimal.
Penambahan petugas dilakukan di berbagai titik, mulai dari area stasiun hingga dalam kereta, guna menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna.
Pihak MRT juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib, menjaga kebersihan, serta mengikuti arahan petugas selama menggunakan layanan.
Menariknya, MRT Jakarta tak hanya fokus pada transportasi. Selama libur Lebaran, mereka juga menghadirkan berbagai program tambahan, seperti eduwisata hasil kolaborasi dengan Jakarta Experience Board; promo menarik melalui aplikasi MyMRTJ; dan beragam aktivitas di kawasan sekitar stasiun.
Program ini dirancang untuk menjadikan MRT sebagai bagian dari pengalaman liburan, bukan sekadar alat transportasi.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Data tahun sebelumnya menunjukkan tingginya antusiasme warga menggunakan MRT saat Lebaran.
Pada periode libur Lebaran 2025, MRT Jakarta melayani 614.767 penumpang. Khusus dua hari Lebaran, jumlahnya mencapai 76.106 pengguna, dengan lonjakan signifikan pada hari kedua.
Angka ini menjadi indikator kuat bahwa transportasi publik semakin diminati, terutama saat didukung kebijakan tarif murah.
Dengan tarif hanya Rp1, potensi lonjakan penumpang di Lebaran 2026 diprediksi akan jauh lebih tinggi.


