HOLOPIS.COM, JAKARTA – Generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok usia yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan mental dan emosional. Hal ini terungkap dalam studi terbaru hasil kerja sama Princeton University dengan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Hasil riset yang dipresentasikan melalui kanal YouTube SMRC TV pada 15 Maret 2026 ini menunjukkan bahwa sekitar 16 persen Gen Z yakni mereka yang lahir setelah 1997 mengalami kondisi kesehatan mental yang buruk hingga sangat buruk. Angka ini lebih tinggi dibanding generasi lainnya.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa pada kelompok milenial, angka gangguan mental berada di kisaran 8 persen. Sementara itu, generasi X dan kelompok usia lebih tua masing-masing berada di angka 7 persen.
“Secara umum, mayoritas masyarakat memang masih berada dalam kondisi mental yang cukup baik. Namun tetap ada sekitar 10 persen yang mengalami kondisi buruk hingga sangat buruk,” ujar Deni dikutip Holopis.com dari YouTube SMRC TV.
Studi ini menggunakan metode eksperimen yang melibatkan 1.502 responden di 30 ibu kota provinsi di Indonesia. Para responden dipilih secara acak dan diwawancarai dua kali dalam periode satu bulan.
Dalam penelitian tersebut, responden dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama diminta berhenti menggunakan media sosial, kelompok kedua berhenti bersama seluruh anggota keluarga, sementara kelompok ketiga tetap menggunakan media sosial seperti biasa.
Metode ini digunakan untuk melihat secara langsung pengaruh penggunaan media sosial terhadap kondisi mental responden. Hasilnya menjadi salah satu temuan penting karena menunjukkan hubungan yang lebih jelas antara aktivitas digital dan kesehatan psikologis.
Penelitian yang didanai oleh Princeton University ini juga memperkuat kekhawatiran bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, menghadapi tekanan mental yang lebih besar di era digital.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan anak muda, semakin penting di tengah tingginya penggunaan media sosial saat ini.

