HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama mitra kemanusiaannya terus memperluas penyaluran bantuan di Lebanon. Upaya ini mencakup penyediaan makanan, tempat penampungan, air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan gizi bagi warga yang terdampak konflik.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu (18/3) melaporkan bahwa kebutuhan bantuan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah korban dan pengungsi. Situasi di lapangan juga masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Hingga tadi malam, menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, 912 orang tewas dalam serangan Israel, dengan lebih dari 2.200 lainnya terluka,” kata OCHA, dikutip Holopis.com, Kamis (19/3).
“Semalam hingga dini hari, serangan Israel di pusat Beirut dilaporkan menyebabkan korban tambahan. Sebuah gedung bertingkat di permukiman Bashoura runtuh setelah terkena serangan. Area perumahan di permukiman Zoqaq al-Blat dan Basta juga dihantam serangan.”
OCHA menyebut lebih dari 1 juta orang kini terpaksa mengungsi, termasuk sekitar 367.000 anak-anak. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya dampak konflik terhadap warga sipil, khususnya kelompok rentan.
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kembali mengeluarkan peringatan evakuasi. Warga sipil diminta bergerak ke wilayah utara Sungai Zahrani, setelah sebelumnya perintah serupa diberikan untuk Kota Tyre di Lebanon selatan, termasuk kamp pengungsi Palestina di sekitarnya.
Serangan terhadap fasilitas kesehatan juga dilaporkan terus terjadi. Otoritas setempat mencatat tiga rumah sakit pemerintah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan yang berlangsung pada hari yang sama.
Untuk merespons kondisi tersebut, berbagai lembaga PBB bergerak cepat menyalurkan bantuan. Badan Pengungsi PBB bersama mitranya telah mendistribusikan ribuan kasur, alas tidur, selimut, lampu tenaga surya, serta perlengkapan darurat lainnya ke lokasi penampungan di berbagai provinsi.
Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) juga menyalurkan ribuan perlengkapan kebersihan dan kebutuhan khusus perempuan, termasuk perlengkapan menstruasi. Selain itu, ratusan ribu liter air bersih telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Untuk menjaga pasokan air tetap berjalan, lebih dari 350.000 liter bahan bakar disediakan bagi layanan penyediaan air. Di sektor gizi, bantuan juga diberikan kepada kelompok rentan.
OCHA menyebut pasokan nutrisi selama satu bulan telah disalurkan kepada hampir 8.000 anak di bawah usia lima tahun, remaja putri, serta ibu hamil dan menyusui.
Sekadar informasi, konflik yang terus berlangsung di Lebanon telah memicu krisis kemanusiaan yang semakin luas. Kebutuhan bantuan diperkirakan masih akan meningkat jika situasi keamanan belum membaik dalam waktu dekat.

