HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan hingga Juni 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan rasa tenang saat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah menetapkan tarif tenaga listrik kuartal II-2026 (April–Juni) tetap, meskipun secara perhitungan berpotensi mengalami kenaikan.
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II-2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Hari Raya Idulfitri,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno dikutip Holopis.com, Rabu (18/3).
Tri menjelaskan, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan sejumlah parameter ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP), inflasi, hingga Harga Batu Bara Acuan (HBA).
Untuk periode evaluasi November 2025 hingga Januari 2026, tercatat kurs mencapai Rp16.743,46 per dolar AS, ICP sebesar US$62,78 per barel, inflasi 0,22 persen, dan HBA US$70 per ton. Berdasarkan formula, kondisi ini sebenarnya membuka peluang kenaikan tarif listrik.
Namun pemerintah memilih menahan tarif demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, daya saing industri, serta daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Kebijakan ini berlaku untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi, serta 25 golongan pelanggan subsidi yang juga tidak mengalami perubahan tarif.
Pemerintah juga mendorong PT PLN (Persero) untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan meningkatkan kualitas layanan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan ketersediaan energi primer dalam kondisi aman, khususnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
“Batu bara secara rata-rata di atas 19 hari operasi. Jadi, kondisi saat ini aman,” ujar Darmawan.
Di tengah arus mudik Lebaran, pemerintah dan PLN juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak, terutama saat meninggalkan rumah.
“Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional,” kata Tri.
Sementara itu, Darmawan menekankan pentingnya memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum mudik.
“Kami juga ingin memberikan pesan kepada saudara-saudara kita yang mudik, jangan lupa mematikan peralatan listrik. Jika ada kompor listrik, tolong dicabut, setrika juga dicabut, sehingga mudiknya bisa berjalan dengan aman,” kata Darmawan.


