HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap prospek pasar saham Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Ia meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang untuk menembus level 10.000 pada tahun ini.
Optimisme tersebut disampaikan Purbaya saat usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Bendahara negara itu menilai, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang kenaikan pasar saham dalam jangka menengah.
Kendati demikian, Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu juga mengingatkan para investor agar berhati-hati dalam memilih instrumen investasi, terutama saham-saham spekulatif alias gorengan.
“Jangan beli saham gorengan ya, to the moon tetap 10 ribu masih bisa, bisa karena memang ekonomi memang baik,” ucap Purbaya, dikutip Holopis.com, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, optimisme terhadap pasar saham Indonesia bukan tanpa alasan. Ia menilai kondisi ekonomi nasional saat ini berada dalam posisi yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan.
Purbaya bahkan menyebut posisi ekonomi Indonesia di forum ekonomi global semakin kuat. “Ekonomi kita akan berbeda dengan negara-negara tetangga kita, kita udah nomor 1 di G20,” jelasnya.
Selain itu, pengelolaan fiskal yang disiplin juga dinilai menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah dinilai berhasil menjaga defisit anggaran tetap terkendali, sehingga ruang pertumbuhan ekonomi tetap terbuka.
“Dengan modal yang sama dengan defisit yang terkendali kita bisa ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat itu udah jago banget,” tandasnya.
Sebagai informasi, pergerakan pasar saham masih menunjukkan volatilitas. Pada penutupan perdagangan Senin sore (16/3/2026) saja, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia tercatat melemah 114,92 poin atau 1,61 persen ke level 7.022,29.

