HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seorang warga Palestina dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka setelah sekelompok pemukim Israel melakukan serangan di wilayah Tepi Barat bagian utara pada Sabtu (14/3). Informasi tersebut disampaikan oleh Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina serta sejumlah pejabat setempat.
Menurut keterangan Bulan Sabit Merah Palestina, empat orang korban dibawa ke rumah sakit setelah insiden tersebut terjadi.
Tiga korban diketahui mengalami luka tembak, sementara satu orang lainnya mengalami luka akibat pemukulan. Salah satu korban yang terluka kemudian meninggal dunia di rumah sakit. Korban tewas tersebut diidentifikasi bernama Amir Moatasem Ouda (29).
Serangan Terjadi di Desa Qusra
Berdasarkan keterangan sumber lokal, serangan terjadi di pinggiran Desa Qusra yang berada di dekat Kota Nablus. Sekelompok pemukim Israel dilaporkan mendatangi wilayah tersebut dan menyerang warga setempat. Dalam insiden tersebut, para penyerang juga melepaskan tembakan ke arah penduduk.
Para korban luka awalnya dibawa ke pusat layanan medis terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Pemerintah Rafidia di Kota Nablus. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel mengenai insiden tersebut.
Gubernur Nablus, Ghassan Daghlas, mengecam peristiwa tersebut dan menyebutnya sebagai serangan berdarah terhadap warga Palestina. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah guna menghentikan kekerasan yang terus terjadi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Qusra, Hani Ouda, mengatakan para penyerang beroperasi di bawah perlindungan militer Israel. Ia menyebut para pemukim melepaskan tembakan secara acak ke arah warga dan rumah-rumah penduduk. Menurutnya, salah satu korban yang terluka masih berada dalam kondisi kritis.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya serangan yang dilakukan pemukim Israel di wilayah Tepi Barat. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) sebelumnya mencatat lebih dari 1.800 insiden serupa terjadi sepanjang 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan properti, serta memaksa ratusan keluarga Palestina mengungsi.


