HOLOPIS.COM, CIREBON – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan gerak cepat dengan meninjau langsung kesiapan berbagai titik magnet wisata di Cirebon pada Selasa (10/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi “jemput bola” Kemenpar guna menjamin keamanan dan kenyamanan pelancong saat lonjakan kunjungan pada momen libur panjang Nyepi serta tradisi mudik Lebaran mendatang.
Sepanjang kunjungan yang berlangsung di tengah suasana tenang bulan Ramadan tersebut, Menpar menyisir mulai dari situs sejarah yang sakral, pusat edukasi budaya, sentra kerajinan rakyat, hingga nadi transportasi utama di Cirebon.
“Kami hadir di lapangan untuk memastikan bahwa Cirebon, sebagai salah satu destinasi favorit, benar-benar siap menyambut wisatawan. Target kami bukan sekadar angka kunjungan, melainkan menghadirkan pengalaman liburan yang aman dan berkesan bagi masyarakat,” tegas Widiyanti di sela kunjungannya.
Bersama jajaran Pemkot Cirebon dan Deputi Bidang Destinasi, Menpar tidak melewatkan detail terkecil. Ia memeriksa standar kebersihan fasilitas umum, protokol keamanan, hingga kualitas layanan publik yang akan bersentuhan langsung dengan para pemudik.
Eksplorasi dimulai dari Keraton Kasepuhan, penjaga napas sejarah tertua di Jawa Barat. Widiyanti mengapresiasi keasrian kompleks keraton dan kondisi koleksi museum yang tetap prima, termasuk sang legenda, Kereta Singa Barong.
“Sebuah kehormatan bisa berdiskusi langsung dengan Yang Mulia Sultan Sepuh XV. Keraton Kasepuhan sudah menunjukkan level kesiapan yang sangat baik dalam menyambut tamu-tamu sejarah,” ujarnya.
Petualangan berlanjut ke Museum Topeng Cirebon, sebuah ruang di mana sekitar 150 karakter topeng tradisional bercerita tentang kekayaan filosofi lokal. Di sini, Menpar juga memastikan replika Kereta Paksi Naga Liman tetap menjadi daya tarik edukatif yang memikat bagi keluarga.
Menpar juga memberikan perhatian khusus pada denyut ekonomi kreatif di kawasan Batik Trusmi. Saat mengunjungi Toko EB Batik Tradisional, ia menekankan pentingnya kesiapan stok dan pelayanan bagi para pemburu oleh-oleh yang diprediksi akan menyerbu pusat kerajinan ini pada puncak arus mudik.
Sebagai pamungkas, Stasiun Kereta Api Cirebon menjadi target peninjauan infrastruktur. Menpar memastikan seluruh mesin pelayanan bergerak optimal, mulai dari pusat informasi, fasilitas kesehatan, ruang laktasi yang ramah ibu dan anak, hingga area toilet yang higienis.
Di stasiun, Menpar sempat bercengkerama dengan para penumpang untuk mendengar curhatan dan masukan mereka. Baginya, kereta api adalah representasi mudik yang modern dan cerdas.
“Melihat kesiapan petugas di Stasiun Gambir hingga Cirebon, saya optimis masyarakat bisa pulang kampung dengan hati tenang. Pesan kami jelas: mudik dengan transportasi umum itu keren, aman, dan nyaman,” tuturnya.
Menutup rangkaian ‘sidak’ tersebut, Menpar menitipkan pesan kuat kepada seluruh pelaku industri pariwisata tanah air agar tetap menjaga standar layanan dan tidak kendor dalam urusan keamanan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga citra positif pariwisata Indonesia, baik di mata pelancong lokal maupun internasional, sepanjang musim liburan 2026.

