HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, jauh dari potensi krisis.
Hal itu disampaikannya menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menyentuh level Rp17.000, serta anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh sentimen negatif yang tak lain datang dari sejumlah ekonom Tanah Air. Dimana mereka menyebut Indonesia mulai memasuki fase resesi.
Padahal menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini bertolak belakang dengan klaim sejumlah ekonom, dimana perekonomian nasional saat ini berada pada fase ekspansif.
“Jangankan krisis, resesi saja belum, melambatnya saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan,” kata Purbaya kepada wartawan di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, dikutip Holopis.com, Senin (9/3/2026).
Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan daya beli masyarakat masih terjaga. Oleh karena itu, Purbaya mengimbau para investor agar tidak panik menghadapi gejolak pasar yang terjadi saat ini.
Sebab, kata dia, Pemerintah telah memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi sebelumnya.
“Kita sudah tahu krisis 1998, apa penyebabnya. Kita terapkan di 2008-2009, ketika global jatuh, kita tumbuh bagus kan. 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas. Jadi teman-teman nggak usah takut,” imbuh Purbaya.
Purbaya menegaskan, Pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi di tengah gejolak global saat ini, serta tetap menjaga stabilitas nasional agar kepercayaan pasar.

