Sekitar 100 Roket dan Drone Diluncurkan dari Lebanon ke Israel

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekitar 100 roket dan drone dilaporkan diluncurkan dari wilayah Lebanon menuju Israel sepanjang Sabtu (7/3). Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya bentrokan lintas perbatasan antara Hizbullah dan militer Israel. Saluran Al-Manar TV yang berafiliasi dengan Hizbullah melaporkan serangan tersebut terjadi bersamaan dengan pergerakan tank Israel menuju salah satu kota perbatasan di Lebanon selatan.

Sayap militer Hizbullah yang dikenal sebagai Perlawanan Islam (Islamic Resistance) menyatakan proyektil-proyektil tersebut diluncurkan dari Lebanon ke sejumlah target di wilayah Israel pada hari yang sama.

Media Israel juga melaporkan sejumlah roket ditembakkan ke arah permukiman di wilayah utara Israel. Sirene peringatan dilaporkan terdengar di beberapa kota, termasuk Kiryat Shmona dan Margaliot.

Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah menyebut para pejuangnya menargetkan sistem radar pertahanan udara Iron Dome di situs Kiryat Eliezer yang disebut sebagai basis pertahanan udara utama di Kota Haifa. Serangan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat menggunakan roket yang mereka sebut sebagai “roket presisi”.

Kelompok tersebut juga mengklaim telah menargetkan pangkalan Stella Maris, fasilitas strategis yang digunakan untuk pemantauan dan pengawasan maritim di sepanjang pesisir utara Israel. Serangan dilakukan menggunakan rentetan roket pada waktu yang sama.

Selain itu, Hizbullah kembali mengeluarkan peringatan kepada penduduk di Nahariyya dan Kiryat Shmona agar mengungsi dari wilayah tersebut.

- Advertisement -

Sementara itu, Al-Manar TV melaporkan sejumlah tank Merkava milik Israel bergerak dari permukiman Avivim di Israel menuju Aitaroun di wilayah Lebanon selatan.

Menurut laporan tersebut, pergerakan pasukan Israel di kawasan perbatasan sempat dihadang dengan rentetan roket. Suara tembakan senapan mesin berat juga terdengar di kawasan Al-Zuqaq di pinggiran kota tersebut.

Sebelumnya, Hizbullah mengumumkan peluncuran roket dari Lebanon ke Israel pada Senin (2/3) dini hari. Serangan tersebut menjadi yang pertama sejak gencatan senjata antara kedua pihak diumumkan pada 27 November 2024.

Perkembangan itu kemudian mendorong pemerintah Lebanon mengumumkan larangan terhadap aktivitas keamanan dan militer Hizbullah, membatasi kelompok tersebut hanya pada kegiatan politik serta mewajibkan penyerahan senjata.

Di sisi lain, militer Israel meluncurkan apa yang disebut sebagai operasi militer ofensif terhadap Hizbullah. Operasi tersebut melibatkan serangan udara intensif di sejumlah wilayah Lebanon serta penyerbuan darat di kawasan perbatasan.

Militer Israel juga mengeluarkan peringatan kepada warga sipil untuk mengungsi dari wilayah di selatan Sungai Litani dan pinggiran selatan Beirut di tengah meningkatnya intensitas konflik.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU