HOLOPIS.COM, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan telah memverifikasi sejumlah serangan terhadap fasilitas kesehatan di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya mencatat sedikitnya 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran serta satu serangan di Lebanon.
“Berdasarkan hukum humaniter internasional, fasilitas kesehatan harus dilindungi dan tidak boleh diserang,” dikutip Holopis.com, Kamis (5/3).
Tedros menjelaskan WHO saat ini bekerja sama secara erat dengan kantor-kantor perwakilannya di negara-negara yang terdampak konflik. Upaya tersebut dilakukan untuk memantau dampak konflik terhadap layanan kesehatan sekaligus memberikan dukungan apabila dibutuhkan.
Ia menyatakan WHO sangat prihatin terhadap situasi yang berkembang di Iran dan kawasan Timur Tengah secara luas. Menurutnya, konflik yang sedang berlangsung saat ini telah berdampak pada sedikitnya 16 negara di kawasan tersebut.
Tedros juga menyampaikan bahwa hampir 1.000 korban jiwa telah dilaporkan di Iran sejak konflik meningkat. Selain itu, sekitar 50 orang dilaporkan tewas di Lebanon, 13 orang di Israel, serta 11 orang di sejumlah negara Teluk.
Konflik tersebut juga memicu perpindahan penduduk dalam jumlah besar. Diperkirakan sekitar 100.000 orang telah meninggalkan Iran, sementara lebih dari 60.000 warga mengungsi di Lebanon.
Selain itu, setidaknya satu juta orang lainnya berpotensi mengungsi setelah dikeluarkannya perintah evakuasi di sejumlah wilayah selatan yang terdampak konflik.
Tedros juga menyoroti kekhawatiran terkait ancaman terhadap fasilitas nuklir di kawasan tersebut. Ia mengingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap keamanan nuklir dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.


