MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak --:--
Subuh --:--
Dzuhur --:--
Ashar --:--
Maghrib --:--
Isya --:--

Wamenkeu Juda Pastikan Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, meski dunia kini tengah menghadapi ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kata Juda, memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dilakukan secara hati-hati dan fleksibel agar mampu merespons dinamika global.

- Advertisement -

“Fundamental ekonomi kita masih kuat dan resilient. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan defisit fiskal masih di bawah batas yang ditetapkan undang-undang,” ujarnya dalam Rapimnas PB Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) di Jakarta, Kamis (5/3/2026), dikutip Holopis.com.

Juda menjelaskan pihaknya di Kemenkeu telah menyiapkan berbagai skenario kebijakan fiskal untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.

- Advertisement -

Menurutnya, kapasitas fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menahan tekanan jika harga minyak global naik hingga kisaran 80 hingga 90 dolar AS per barel.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah tetap optimistis mampu menjaga defisit fiskal agar tidak melampaui batas maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Di sisi lain, Juda juga memastikan kinerja ekonomi domestik turut menunjukkan tren positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sekitar 5,11 persen.

Pertumbuhan ekonomi bahkan menguat pada triwulan IV-2025 yang mencapai sekitar 5,39 persen. Sementara itu, defisit fiskal berhasil dijaga di kisaran 2,92 persen dari PDB.

Dari sisi utang pemerintah, rasio utang terhadap PDB juga masih berada pada level aman sekitar 40 persen, jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang ditetapkan undang-undang.

Menurut Juda, indikator tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lain dengan peringkat kredit yang setara.

Lebih jauh, Juda menilai fundamental ekonomi yang stabil menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mencapai target menjadi negara maju pada 2045.

Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran 5.000 dolar AS per tahun, sementara standar negara maju berada di atas 13.000 dolar AS per kapita.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar 2035–2040 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau kita melewatkan periode ini, kita berisiko menjadi negara yang tua sebelum kaya,” kata Juda.

Karena itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, bahkan hingga 8 persen, guna menghindari jebakan negara berpendapatan menengah.

Untuk mendukung agenda pembangunan tersebut, pemerintah telah merancang arah kebijakan APBN 2026 yang difokuskan pada penguatan pembangunan jangka panjang.

Total belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.847 triliun dengan penerimaan negara sekitar Rp3.153 triliun. Dengan demikian, defisit fiskal tetap dijaga sekitar 2,68 persen dari PDB.

Menutup paparannya, Juda optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 dapat melampaui capaian akhir tahun lalu.

Momentum Ramadan serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dinilai akan menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi domestik, dengan baseline pertumbuhan diproyeksikan berada di kisaran 5,5 persen.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru