HOLOPIS.COM, JAKARTA – Saat menjalani puasa, tubuh tidak menerima cairan selama berjam-jam. Sementara itu, diare dapat menyebabkan hilangnya banyak air dan elektrolit dari dalam tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan tubuh terasa sangat lemah, pusing, bahkan mengalami dehidrasi.
Oleh sebab itu, mengetahui langkah penanganan diare ketika berpuasa menjadi hal penting agar keadaan tidak bertambah buruk dan ibadah puasa tetap dapat dilakukan dengan aman. Berikut cara yang bisa Sobat Holopis lakukan ketika diare saat berpuasa.
Mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur
Apabila keluhan yang dialami masih tergolong ringan dan Anda tetap ingin melanjutkan puasa, pastikan asupan cairan terpenuhi sejak waktu berbuka sampai menjelang sahur. Konsumsilah air putih sedikit demi sedikit hingga jumlahnya sekitar 8–12 gelas sepanjang malam.
Untuk membantu menggantikan cairan serta elektrolit yang hilang, larutan rehidrasi oral dapat diminum setelah berbuka. Minuman ini juga dianjurkan setiap kali selesai muntah atau setelah buang air besar yang encer.
Segera membatalkan puasa bila muncul tanda berbahaya
Jika buang air besar encer terjadi berkali-kali dan disertai tubuh terasa sangat lemah, pusing berat, jantung berdebar, atau hampir kehilangan kesadaran, sebaiknya puasa segera dihentikan.
Hal ini terutama penting bila terdapat gejala dehidrasi, seperti mulut terasa sangat kering, frekuensi buang air kecil berkurang, warna urine sangat pekat, atau mata tampak cekung.
Selain itu, Anda juga dianjurkan segera berbuka dan mencari bantuan tenaga kesehatan bila diare disertai demam tinggi, muntah berulang, sakit perut hebat, atau terdapat darah pada feses. Dalam situasi seperti ini, menjaga kesehatan tubuh tentu lebih penting daripada memaksakan diri untuk tetap berpuasa.
Menghindari makanan yang dapat memicu keluhan
Sementara waktu, sebaiknya tidak mengonsumsi gorengan, hidangan pedas, makanan bersantan kental, serta minuman berkafein maupun berkarbonasi. Jenis makanan dan minuman tersebut dapat merangsang kerja usus sehingga keluhan diare saat puasa bisa semakin berat.
Di samping itu, pastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar matang dan higienis. Kebersihan makanan sangat berperan dalam mencegah infeksi pada saluran pencernaan yang dapat memperparah kondisi diare.

