HOLOPIS.COM, JAKARTA – Surabaya dikenal memiliki banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda. Namun di balik nilai sejarahnya, beberapa tempat juga menyimpan kisah misteri yang terus diceritakan dari generasi ke generasi.
Salah satu lokasi yang sering dikaitkan dengan cerita mistis adalah Pintu Air Jagir yang berada di Jalan Wonokromo Nomor 74, kawasan Jagir, Wonokromo, Surabaya.
Bangunan tua ini hingga kini masih berdiri kokoh dan tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Pintu air tersebut digunakan untuk mengatur debit aliran sungai guna mencegah banjir di wilayah sekitar. Meski berperan penting bagi sistem pengendalian air kota, lokasi ini juga dikenal memiliki aura yang cukup angker bagi sebagian warga.
Cerita-cerita misterius tentang Pintu Air Jagir bukanlah hal baru. Warga sekitar sudah lama membicarakan berbagai kejadian aneh yang terjadi di tempat tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu sempat terjadi peristiwa orang tenggelam di area pintu air, yang menambah panjang daftar insiden di lokasi tersebut.
Peristiwa semacam itu ternyata bukan yang pertama kali terjadi. Dari cerita yang beredar di masyarakat, sudah ada beberapa kasus serupa sejak puluhan tahun lalu. Kondisi arus air yang kuat memang bisa membahayakan siapa saja yang terlalu dekat dengan pintu air. Namun bagi sebagian orang, kejadian berulang ini dianggap tidak sekadar kecelakaan biasa.
Seiring waktu, berkembanglah berbagai cerita tentang sosok makhluk tak kasatmata yang diyakini menjadi penunggu kawasan tersebut. Legenda urban mengenai makhluk penjaga Pintu Air Jagir konon sudah beredar sejak era 1980-an.
Menurut cerita warga lama di kawasan Jagir dan Wonokromo, beberapa orang pernah mengaku melihat seekor buaya putih berukuran besar muncul di sekitar aliran air pintu tersebut. Sosok itu tidak selalu terlihat jelas, tetapi terkadang muncul sekilas di permukaan air sebelum menghilang kembali ke dalam arus sungai.

Buaya putih tersebut dipercaya sebagai makhluk gaib yang menjaga area Pintu Air Jagir. Ada pula yang meyakini makhluk itu bukan sekadar hewan biasa, melainkan jelmaan penunggu tempat tersebut.
Cerita semakin menyeramkan ketika beberapa warga mengaku pernah merasakan kejadian aneh saat berada di sana pada malam hari. Ada yang mendengar suara percikan air tanpa sebab, sementara yang lain mengaku melihat bayangan besar bergerak di permukaan sungai.
Karena itulah, masyarakat sekitar sering mengingatkan siapa saja yang datang ke lokasi tersebut agar tetap menjaga sikap dan tidak bertingkah sembarangan. Dalam kepercayaan lokal, tempat-tempat tua yang berada di dekat aliran air sering dianggap memiliki penghuni gaib.
Sebagian orang percaya makhluk-makhluk tersebut tidak akan mengganggu selama manusia bersikap sopan. Namun jika ada yang datang dengan niat buruk atau bersikap tidak menghormati tempat itu, dipercaya mereka bisa mengalami kejadian yang tidak diinginkan.
Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, Pintu Air Jagir tetap menjadi salah satu lokasi yang sering disebut dalam cerita misteri Kota Surabaya. Hingga kini, bangunan tua itu masih berdiri dan menjalankan fungsinya, sementara kisah tentang buaya putih penunggu sungai terus hidup dalam cerita warga setempat.

