HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 6 Maret, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati hari jadi Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kostrad.
Sebagai satuan tempur terbesar milik TNI AD, Kostrad memiliki sejarah panjang yang lahir dari urgensi mempertahankan kedaulatan negara di masa-masa kritis pasca-kemerdekaan.
Bagaimana awal mula pembentukan satuan elit ini dan mengapa tanggal 6 Maret dipilih sebagai tonggak sejarahnya? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai perjalanan sejarah Kostrad.
Sejarah Lahirnya Kostrad
Pasca-proklamasi 1945, Indonesia masih menghadapi berbagai rongrongan, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada awal tahun 1960-an, fokus utama Pemerintah RI adalah mengembalikan Irian Barat (Papua) ke pangkuan Ibu Pertiwi dari tangan Belanda.
Kebutuhan akan sebuah satuan pemukul strategis yang bersifat mobile dan siap digerakkan ke seluruh penjuru Nusantara menjadi sangat mendesak. Atas dasar itulah, pimpinan TNI AD merasa perlu membentuk cadangan strategis yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu.
Pada 6 Maret 1961, secara resmi dibentuklah Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad). Pembentukan ini didasarkan pada Surat Keputusan Men/PKSAD No. KPTS 1067/12/1960.
Tokoh kunci di balik kelahiran satuan ini adalah Mayjen TNI Soeharto (Presiden ke-2 RI), yang ditunjuk sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad. Nama Caduad inilah yang menjadi cikal bakal Kostrad. Melalui peresmian pada 6 Maret 1961 inilah, tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir Kostrad.
Nama “Caduad” tidak bertahan lama. Seiring dengan perkembangan organisasi dan tuntutan tugas yang semakin kompleks, pada tahun 1963, satuan ini resmi berganti nama menjadi Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Kostrad dirancang bukan sekadar sebagai pasukan cadangan, melainkan pasukan yang memiliki kesiapan tempur tinggi (high readiness) untuk melaksanakan tugas-tugas operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).
Kini, di bawah panji Dharma Bhakti Kita Utama, Kostrad telah berkembang pesat dengan memiliki tiga Divisi Infanteri:
- Divisi Infanteri 1/Prakasa Vira Gupti (Cilodong, Depok)
- Divisi Infanteri 2/Vira Cakti Yudha (Singosari, Malang)
- Divisi Infanteri 3/Darpa Cakti Yudha (Bontomarannu, Gowa)
Kostrad terus melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dan peningkatan kualitas SDM untuk menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin dinamis.
Peringatan Hari Kostrad setiap 6 Maret bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur dalam berbagai operasi besar, mulai dari Operasi Trikora, Dwikora, penumpasan G30S/PKI, hingga operasi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.


