MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak --:--
Subuh --:--
Dzuhur --:--
Ashar --:--
Maghrib --:--
Isya --:--

Iran Sendirian Hadapi AS-Israel, Ini Alasan Rusia dan China Menahan Diri

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat hampir sepekan setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran. Serangan gabungan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran yang tak tinggal diam membalas serangan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

- Advertisement -

Eskalasi konflik ini menimbulkan pertanyaan besar di tingkat global: mengapa Rusia dan China yang notabene sekutu diplomatik penting Iran belum juga beri dukungan militer langsung kepada Teheran.

Baik Moskow maupun Beijing memang secara terbuka mengecam operasi militer yang menewaskan Khamenei. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut pembunuhan terhadap Khamenei sebagai tindakan yang melanggar norma internasional.

- Advertisement -

“Pembunuhan itu adalah pelanggaran sinis terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” kata Putin dikutip dari ND TV, pada Jumat, (6/3/2026).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, juga menyampaikan kritik keras terhadap eskalasi konflik saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar.

“Kekerasan tidak dapat benar-benar menyelesaikan masalah; sebaliknya, seringkali malah menciptakan masalah baru dan meninggalkan konsekuensi jangka panjang yang serius,” ujar Wang Yi.

Sebagai respons diplomatik, Rusia dan China telah meminta pertemuan darurat di United Nations Security Council untuk membahas situasi yang semakin memburuk di Timur Tengah.

Namun hingga kini, kedua negara tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan memberikan bantuan militer langsung kepada Iran. Pengamat menilai keputusan ini didorong oleh berbagai pertimbangan strategis dan geopolitik.

Rusia Terjebak Konflik Ukraina

Salah satu faktor utama adalah keterlibatan Rusia dalam konflik berkepanjangan dengan Ukraina. Moskow dinilai tak ingin buka front perang baru di Timur Tengah yang berpotensi memperluas konflik global.

Padahal pada Januari 2024, Rusia dan Iran sempat menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang perkuat kerja sama intelijen serta pertahanan. Namun, perjanjian itu tidak mencakup klausul pertahanan bersama seperti aliansi militer formal.

Analis hubungan internasional Rusia, Andrey Kortunov, menjelaskan bahwa perjanjian itu tidak mewajibkan Moskow untuk terlibat secara militer jika Iran diserang. Ia membandingkan pakta tersebut dengan perjanjian Rusia dengan Korea Utara yang dinilai jauh lebih mengikat.

“Dalam perjanjian itu, Rusia diwajibkan bergabung dengan Korea Utara dalam konflik apa pun yang mungkin melibatkan negara tersebut,” ujar Kortunov kepada Al Jazeera.

Sebaliknya, dalam hubungan dengan Iran, kedua negara hanya sepakat untuk menahan diri dari tindakan permusuhan jika salah satu pihak terlibat konflik.

Kortunov juga menilai Kremlin saat ini memprioritaskan dinamika konflik Ukraina dan hubungan dengan Washington. Pemerintah Rusia pun menyampaikan hingga saat ini Moskow belum menerima permintaan bantuan apa pun dari Iran.

China Hindari Konfrontasi dengan AS

China juga terlihat berhati-hati dalam merespons krisis ini. Meski memiliki hubungan ekonomi dan politik yang erat dengan Iran, Beijing tampaknya tidak ingin mengambil langkah yang berisiko memicu konfrontasi langsung dengan AS.

Peneliti dari Universitas Tsinghua, Jodie Wen, menjelaskan bahwa hubungan China dan Iran memang kuat, terutama dalam bidang ekonomi dan investasi.

“Dari sisi politik, kami memiliki pertukaran reguler. Dari sisi ekonomi, kerja sama sangat dalam; banyak perusahaan memiliki investasi di Iran,” kata Wen.

Tapi, menurut dia, Beijing memiliki batasan jelas dalam kebijakan luar negerinya. “Pemerintah China selalu berpegang teguh pada prinsip untuk tidak ikut campur dalam masalah negara lain. Saya tidak berpikir pemerintah China akan mengirim senjata ke Iran,” ujarnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru