HOLOPIS.COM, JAKARTA – Selasa (4/3) menjadi hari penting dari sebuah pergerakan besar di kantor Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Wakil Kepala II, Tedi Bharata, resmi melantik barisan Pejabat Administrator dan Fungsional.
Namun, jangan salah sangka ini bukan sekadar seremoni tukar kursi atau pindah meja kerja biasa. Ini adalah momen “kick-off” bagi BP BUMN untuk tampil sebagai regulator yang lebih tangguh dan “bergigi”.
Ada satu konsep menarik yang mencuri perhatian dalam pidato Tedi: Tour of Duty. Bayangkan seorang pemain sepak bola yang biasa menyerang, kini diminta menjaga pertahanan. Tujuannya adalah agar mereka paham seluruh dinamika lapangan.
Itulah yang terjadi di BP BUMN. Pejabat yang tadinya ahli di satu bidang, kini “diputar” ke bagian lain. Langkah berani ini diambil untuk menciptakan pimpinan multidimensi yang tidak hanya jago di satu lini, tapi mampu melihat gambaran besar.
“Ini adalah strategi agar kompetensi yang dimiliki semakin terasah dan berkembang. Pimpinan masa kini harus punya pengetahuan multidimensi agar mampu mengambil keputusan yang lebih komprehensif,” tegas Tedi.
Di tengah situasi global yang makin sulit ditebak, BP BUMN sadar bahwa rekam jejak bagus saja tidak cukup. Mereka butuh otot organisasi yang kuat. Itulah mengapa, pelantikan ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025.
Struktur organisasi pun kini lebih “atletis” dipertajam mulai dari 6 JPT Madya hingga Kelompok Ahli. Semua disiapkan untuk menjadi benteng pertahanan sekaligus motor penggerak transformasi BUMN.
Satu hal yang tidak kalah penting adalah posisi BP BUMN sebagai “mitra kerja setia” bagi BPI Danantara dan PT Danantara Asset Management (Persero). Tedi menegaskan bahwa hubungan ini akan semakin erat demi mengawal aspirasi besar Presiden terhadap masa depan BUMN.
Sebagai regulator sekaligus pemegang saham, BP BUMN harus memastikan bahwa setiap penugasan pemerintah dijalankan dengan standar good corporate governance yang tanpa celah.
Menjelang akhir acara, suasana berubah menjadi lebih emosional saat Tedi bicara soal Integritas. Baginya, integritas bukan sekadar jargon, melainkan mahkota yang harus dijaga setiap ASN.
“Integritas ini harga mati, tidak bisa ditawar. Ini adalah kebanggaan kita. Kami berharap Bapak-Ibu sekalian dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya dengan nada mantap.
Dengan formasi baru ini, BP BUMN seolah mengirim pesan kepada dunia: mereka siap bertransformasi, siap berdansa dengan tantangan global, dan siap menjaga amanah rakyat agar BUMN kita makin akuntabel dan mendunia.


