MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak --:--
Subuh --:--
Dzuhur --:--
Ashar --:--
Maghrib --:--
Isya --:--

Mendag Bakal Kumpulkan Eksportir, Antisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bersiap mengumpulkan para eksportir untuk membahas langkah antisipasi terhadap potensi dampak penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang memiliki peran krusial bagi perekonomian global.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok global, termasuk arus ekspor dan impor Indonesia.

- Advertisement -

Budi mengatakan, pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat guna mengidentifikasi secara teknis berbagai potensi kendala di lapangan. Pemerintah ingin memperoleh gambaran langsung dari pelaku usaha, terutama terkait kemungkinan gangguan impor bahan baku.

“Ya memang kita antisipasi ya. Tapi sampai sekarang memang rencananya besok kita ketemu para eksportir ya. Kita akan membahas problem apa, saya ingin tau secara teknis kira-kira masalahnya dimana para eksportir itu. Dia juga impor bahan baku,” ujarnya di Jakarta, dikutip Holopis.com, Kamis (5/3/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, hingga saat ini belum ada estimasi pasti mengenai potensi penurunan ekspor akibat konflik di Timur Tengah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih menunggu masukan dan laporan konkret dari para eksportir sebelum mengambil langkah lanjutan.

Potensi gangguan terhadap Selat Hormuz dinilai dapat memicu perubahan peta perdagangan global. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu titik vital distribusi energi dan komoditas dunia. Jika terjadi hambatan, dampaknya bisa merambat ke biaya logistik, suplai bahan baku, hingga daya saing produk ekspor nasional.

Meski demikian, Budi melihat situasi krisis juga bisa membuka peluang pasar baru bagi Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan mencermati kemungkinan mengisi celah pasar yang terdampak gangguan pasokan dari negara lain.

“Jadi sebenarnya memang justru ada celah yang kosong ketika sebuah pasar di negara lain tidak disuplai oleh negara lain pemasoknya selama ini, Nah kita ingin memanfaatkan wilayah-wilayah yang kosong itu. Tapi kita juga harus jeli ya mempertimbangkan. Kita survei benar apakah daerah itu memang banyak terganggu,” jelasnya.

Pemerintah menegaskan akan bersikap responsif dan adaptif terhadap dinamika global. Koordinasi dengan pelaku usaha menjadi kunci agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga strategis dalam menjaga stabilitas perdagangan nasional di tengah gejolak geopolitik.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru