HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Klaten hingga Kota Semarang sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi memicu kerusakan talud sehingga menyebabkan genangan banjir di lima kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3).
“Sebanyak 121 jiwa mengungsi akibat kejadian ini. Tercatat lebih dari seribu unit rumah terdampak, serta 13 fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, 19 fasilitas ibadah, dan satu kantor kepolisian sektor,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (5/3).
Untuk kondisi terkini, Abdul memastikan bahwa banjir telah surut dan para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kota Semarang pada Rabu (4/3). Talud sungai jebol akibat luapan air yang dipicu hujan lebat dan menyebabkan banjir yang berdampak pada 40 unit rumah dan satu pesantren di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.
“Saat ini banjir dilaporkan berangsur surut,” imbuhnya.
Selain banjir, cuaca ekstrem melanda Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Rabu (4/3). Setidaknya ada sebanyak 13 unit rumah terdampak tanpa adanya korban jiwa.
Masih di wilayah Jawa Tengah, cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa kendaraan dan jaringan listrik di Kabupaten Batang pada Rabu (4/3).
“Kejadian tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia,” ujarnya.
Fenomena serupa juga terjadi pada hari yang sama di Kabupaten Pemalang. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menutup akses jalan warga di 11 kecamatan.
“Enam orang mengalami luka ringan, sementara 23 unit rumah dan satu bangunan tempat pelelangan ikan mengalami kerusakan,” tutupnya.


