Bos BI Tegaskan Outlook Negatif Fitch Tak Cerminkan Fundamental Ekonomi RI

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merespons keputusan Fitch Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan penyesuaian outlook menjadi negatif.

Perry menegaskan, afirmasi rating di level BBB mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Ia menilai perubahan outlook tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian nasional.

“Prospek perekonomian Indonesia tetap kuat dan berdaya tahan. Kekuatan ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap solid di tengah ketidakpastian global yang meningkat, inflasi yang tetap terkendali termasuk inflasi inti yang tetap rendah, serta nilai tukar rupiah yang terus diperkuat melalui kebijakan stabilisasi nilai tukar di pasar NDF luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Holopis.com, Kamis (5/3/2026).

Menurut Perry, stabilitas sistem keuangan juga terjaga baik, didukung likuiditas yang memadai, permodalan perbankan pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah.

“Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang meluas, ditopang oleh infrastruktur yang stabil, dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen dan meningkat pada 2027, dengan inflasi tetap terkendali sesuai target. Dalam jangka menengah, prospek pertumbuhan dinilai solid seiring stabilitas harga yang terjaga.

- Advertisement -

Dari sisi eksternal, ketahanan ekonomi Indonesia disebut tetap kuat di tengah gejolak global. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan tetap sehat, ditopang surplus neraca perdagangan yang solid.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tercatat sebesar USD154,6 miliar, setara pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI juga memperkirakan defisit transaksi berjalan pada 2026 tetap rendah dalam kisaran 0,9–0,1 persen terhadap PDB.

Dalam laporannya, Fitch menyatakan afirmasi rating BBB mencerminkan rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, prospek pertumbuhan jangka menengah yang solid, rasio utang pemerintah terhadap PDB yang relatif rendah, serta ketahanan eksternal yang memadai.

Namun, revisi outlook menjadi negatif dipengaruhi pandangan Fitch terkait meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas kebijakan.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempertahankan kepercayaan pasar di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU