HOLOPIS.COM, JAKARTA – Selama Ramadan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan jam biologis. Waktu makan yang terbatas antara berbuka dan sahur membuat asupan nutrisi harus diatur lebih cermat agar daya tahan tetap terjaga sepanjang hari.
Vitamin C menjadi salah satu suplemen yang banyak dikonsumsi saat puasa karena dikenal membantu sistem imun. Namun, waktu konsumsi yang kurang tepat bisa membuat manfaatnya tidak maksimal bahkan memicu gangguan lambung. Berikut ini Sobat Holopis, penjelasan waktu terbaik minum vitamin C selama Ramadan.
1. Setelah Sahur, Bukan Saat Perut Kosong
Waktu paling ideal mengonsumsi vitamin C adalah setelah sahur, tepatnya setelah makanan utama dikonsumsi. Vitamin C bersifat asam, sehingga jika diminum saat perut kosong dapat menyebabkan rasa perih atau tidak nyaman di lambung.
Saat sahur, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang bisa bertahan lama. Mengonsumsi vitamin C setelah makan membantu penyerapan lebih stabil dan memberi dukungan daya tahan tubuh selama berpuasa hingga waktu berbuka.
2. Alternatif Aman : Setelah Makan Malam Saat Berbuka
Bagi yang memiliki masalah lambung atau sering merasa tidak nyaman saat sahur, vitamin C bisa dikonsumsi setelah makan malam saat berbuka. Pastikan sudah makan terlebih dahulu dan tidak langsung diminum saat perut kosong hanya dengan air atau kurma.
Setelah tubuh kembali mendapatkan asupan cairan dan makanan, sistem pencernaan lebih siap menerima suplemen. Cara ini juga membantu mengurangi risiko mual atau asam lambung naik saat malam hari.
3. Hindari Diminum Bersamaan dengan Kopi atau Teh
Selama Ramadan, minuman seperti teh manis atau kopi sering dikonsumsi saat berbuka atau setelah tarawih. Namun, kafein dapat memengaruhi penyerapan nutrisi tertentu.
Sebaiknya beri jeda sekitar satu hingga dua jam antara konsumsi vitamin C dan minuman berkafein. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik agar vitamin dapat diserap optimal tanpa gangguan.
4. Perhatikan Dosis, Tidak Perlu Berlebihan
Vitamin C termasuk vitamin larut air. Artinya, tubuh hanya menyerap sesuai kebutuhan harian, sementara sisanya akan dikeluarkan melalui urine. Mengonsumsi dalam jumlah berlebihan tidak otomatis meningkatkan daya tahan tubuh.
Dosis berlebih justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, diare ringan, atau nyeri perut. Selama Ramadan, menjaga keseimbangan lebih penting daripada menambah asupan secara berlebihan.
5. Tetap Utamakan Sumber Alami
Selain dari suplemen, vitamin C bisa diperoleh dari makanan alami seperti jeruk, kiwi, stroberi, pepaya, mangga, hingga sayuran seperti brokoli dan paprika. Mengonsumsi buah saat berbuka atau setelah tarawih membantu memenuhi kebutuhan vitamin sekaligus cairan dan serat. Asupan alami ini juga membantu menjaga hidrasi dan mendukung sistem pencernaan yang sering berubah selama puasa.
Perubahan pola makan dan tidur saat Ramadan membuat tubuh perlu beradaptasi. Mengatur waktu konsumsi vitamin dengan tepat, menjaga pola makan seimbang, serta cukup minum air putih antara berbuka dan sahur dapat membantu tubuh tetap bugar menjalani ibadah puasa sebulan penuh.


