HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah maskapai internasional membatalkan dan mengalihkan penerbangan menuju kawasan Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Dikutip Holopis.com, Minggu (28/2), maskapai seperti British Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air dilaporkan mengurangi jadwal penerbangan ke sejumlah destinasi di kawasan tersebut. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah udara Timur Tengah.
Serangan yang terjadi pada Sabtu dilaporkan menyasar beberapa lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Situasi kemudian memicu laporan serangan balasan yang dikaitkan dengan Iran terhadap Israel serta sejumlah negara lain yang menjadi lokasi fasilitas militer Amerika Serikat, dengan adanya korban sipil.
Kantor Luar Negeri Inggris juga mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya yang berada di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab untuk segera berlindung di tempat aman setelah muncul laporan ledakan di kawasan tersebut.
Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kegagalan mencapai kesepakatan terkait pembatasan program nuklir Iran sebagai salah satu alasan dilakukannya serangan.
Di tengah situasi tersebut, wilayah udara Iran ditutup. Data pelacakan penerbangan menunjukkan lalu lintas udara internasional kini menghindari area tersebut dengan mengalihkan rute penerbangan ke jalur yang dinilai lebih aman.

