HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan, yakni pada periode 23 – 27 Februari 2026 menunjukkan performa yang bervariasi. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis, nilai transaksi harian mencatatkan lonjakan signifikan mencapai lebih dari 25 persen.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa antusiasme pasar tercermin dari kenaikan tajam pada rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan terakhir.
Berdasarkan data resmi bursa, peningkatan tertinggi terjadi pada sektor nilai transaksi. Para investor tampak sangat aktif melakukan aksi jual-beli di tengah fluktuasi pasar.
“Data perdagangan saham di BEI selama periode 23—27 Februari 2026 ditutup bervariasi. Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian, yaitu sebesar 25,35% menjadi Rp29,52 triliun dari Rp23,89 triliun pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar dalam keterangan tertulisnya, dikutip Holopis.com, Sabtu (28/2/2026).
Tak hanya nilai transaksi, volume saham yang berpindah tangan juga mengalami pertumbuhan positif. Rata-rata volume transaksi harian naik sebesar 8,55%, yakni menjadi 51,02 miliar lembar saham dibandingkan pekan lalu yang berada di angka 47 miliar lembar saham.
Pergerakan IHSG dan Kapitalisasi Pasar
Di sisi lain, indeks acuan nasional yakni IHSG harus merelakan posisinya yang terkoreksi tipis di bawah level 8.300.
“Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami perubahan sebesar 0,44% sehingga ditutup pada level 8.235,485, dari posisi 8.271,767 pada pekan lalu,” ujar Kautsar.
Kondisi ini membuat kapitalisasi pasar BEI menyusut sebesar 1,03%, dari Rp14.941 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp14.787 triliun.
Terkait frekuensi perdagangan, tercatat adanya penurunan aktivitas harian sebesar 3,72%, dengan rata-rata 2,95 juta kali transaksi dibandingkan 3,06 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Menutup pekan ini, aliran modal asing (capital outflow) masih terus membayangi pasar modal dalam negeri. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar.
“Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp694,22 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,51 triliun,” tutup Kautsar.

