Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Proyek Giant Sea Wall Pantura Butuh Rp1.680 Triliun, Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Campuran

19 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mengungkap pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di Pantai Utara (Pantura) Jawa membutuhkan anggaran sangat besar. Proyek strategis ini diproyeksikan menelan biaya hingga US$80-100 miliar atau setara Rp1.344-1.680 triliun.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf mengatakan, kebutuhan anggaran tersebut telah dihitung secara komprehensif untuk pembangunan jangka panjang.

- Advertisement -

“Tapi besar secara keseluruhan sudah ada hitungannya sekitar US$ 80 miliar sampai US$ 100,” katanya dalam konferensi pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dikutip Holopis.com, Senin (23/2/2026).

Didit menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk membangun tanggul sepanjang 535 kilometer di kawasan Pantura Jawa. Proyek ini dirancang sebagai infrastruktur jangka panjang dengan horizon pembangunan hingga 100 sampai 300 tahun ke depan.

- Advertisement -

“Memang biayanya besar, betul. Kita bukan bangun untuk 1 tahun, 2 tahun, tapi untuk 100, 200, 300 tahun ke depan,” tuturnya.

Menurut pemerintah, besarnya nilai investasi sebanding dengan urgensi proyek. Ancaman penurunan muka tanah (land subsidence), banjir rob, serta risiko terhadap kawasan industri dan permukiman dinilai semakin serius jika tidak segera ditangani.

Tekanan tersebut saat ini sudah terlihat di sejumlah wilayah seperti Indramayu, Cirebon hingga Semarang. Kawasan Pantura merupakan wilayah padat penduduk sekaligus pusat aktivitas ekonomi nasional.

“Dari Pulau Jawa sendiri sekitar 27% ada di Pantura. Nah dengan kondisi seperti itu, maka ke depan mungkin lebih banyak lagi. Kalau kita berangkat dari katakanlah dari Indramayu, terus Eretan, Cirebon, sampai ke Semarang, Pekalongan, Semarang, itu penduduk disitu padat sekali,” jelas Didit.

Pemerintah memproyeksikan, tanpa intervensi besar, risiko di kawasan Pantura bisa meningkat dua kali lipat pada periode 2040-2050. Oleh karena itu, skema pembiayaan proyek Giant Sea Wall tengah dikaji secara mendalam agar tidak sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita melihat bahwa investasi ada yang dari APBN, ada yang dari APBN dan investasi investor, dan ada yang dari investor. Kita sedang dalami ini secara mendalam apa keuntungannya untuk kita nanti, untuk Indonesia dalam arti kata, tidak terlalu memberatkan pemerintah kita,” tutupnya.

Proyek Giant Sea Wall Pantura Jawa digadang menjadi salah satu infrastruktur perlindungan pesisir terbesar dalam sejarah Indonesia, dengan tujuan menjaga kawasan strategis ekonomi nasional dari ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan jangka panjang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
19 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru