HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bulan Ramadan identik dengan tradisi masyarakat berburu takjil jelang waktu berbuka puasa. Di berbagai daerah, pedagang takjil musiman kerap bermunculan menawarkan aneka makanan dan minuman dengan menu menggoda selera.
Tapi, di balik warna cerah dan harga yang terjangkau, masyarakat diimbau agar lebih selektif dalam memilih takjil. Hal itu penting agar terhindar dari risiko gangguan kesehatan.
Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan kebiasaan beli makanan berbuka secara sembarangan bisa meningkatkan potensi terpapar makanan yang tidak higienis hingga mengandung bahan berbahaya. Maka itu, penting bagi masyarakat untuk bisa memahami cara memilih takjil yang aman dikonsumsi setelah seharian berpuasa.
Dirangkum dari berbagai literasi termasuk BPOM, Minggu (22/2/2026), berikut tips-tips yang bisa diperhatikan masyarakat yang ingin memburu takjil:
Kebersihan tempat berjualan.
Takjil yang dijajakan di lokasi terbuka tanpa penutup berisiko terkontaminasi debu, asap kendaraan, maupun serangga. Kondisi itu dikhawatirkan bisa memicu pertumbuhan bakteri yang berbahaya bagi tubuh.
Jangan Mudah Tergiur dengan Tampilan Takjil
Masyarakat diminta agar tak mudah tergiur oleh tampilan makanan yang terlalu mencolok. Warna makanan atau minuman yang terlalu cerah bisa kemungkinan indikasi penggunaan pewarna tekstil atau bahan tambahan pangan yang tidak sesuai standar.
Pun, demikian bila ada aroma yang terlalu menyengat, patut diwaspadai karena berpotensi mengandung zat kimia berbahaya.

Kemasan Makanan Penting
Kemasan makanan juga jadi faktor penting dalam menentukan keamanan takjil. Pastikan makanan dibungkus menggunakan bahan yang layak untuk makanan. Bukan dari plastik daur ulang atau kertas bekas yang berisiko mengandung zat berbahaya.
Perhatikan Kondisi Menu Takjil
Selain itu, perhatikan pula kondisi makanan yang dijual. Hindari membeli takjil yang terlihat sudah berubah warna, berlendir, atau memiliki tekstur yang tidak wajar.
Makanan yang sudah tidak segar berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau keracunan makanan. Jangan cepat tergoda dengan harga murah.
Cermat Pilih Pedagang
Penting memilih pedagang yang bisa menjaga kebersihan menu takjil. Misalnya, pedagang menggunakan sarung tangan atau alat penjepit saat mengambil makanan.
Dengan cara pedagang itu bisa meminimalisir kontak langsung antara tangan dan makanan yang berpotensi memindahkan kuman.
Hindari Minuman dengan Es Batu Tak Jelas
Masyarakat sebaiknya menghindari menu takjil minuman dengan es batu yang tak jelas sumber airnya. Sebab, air yang tidak matang atau tidak higienis bisa menjadi media penyebaran bakteri penyebab penyakit.

