Rabu, 18 Feb 2026
BREAKING
Rabu, 18 Feb 2026

Muhammadiyah Tanpa Ragu Dukung MBG, Tegaskan Gizi Sebagai Investasi Pembangunan Manusia

10 Shares

HOLOPIS.COM, MEDAN – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menegaskan Muhammadiyah tanpa ragu mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejak program tersebut diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Mu’ti menyatakan, dukungan tersebut tidak berhenti pada pernyataan sikap, tetapi diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada momentum Tanwir Muhammadiyah di Kupang.

- Advertisement -

Ia menekankan, dukungan terhadap MBG berangkat dari prinsip dasar Muhammadiyah untuk tidak melahirkan generasi yang lemah, baik secara intelektual maupun fisik.

“Program makan bergizi adalah ikhtiar menyiapkan kualitas manusia sejak dini, sehingga anak-anak dan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi,” tegasnya dalam Peresmian Tahap 3 SPPG di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dikutip Holopis.com, Rabu (18/2).

- Advertisement -

Menurut Mu’ti, arah kebijakan MBG sejalan dengan konsep Islam bastatan fil ‘ilmi wal jism, yakni keunggulan ilmu dan ketangguhan raga yang berjalan beriringan. Ia merujuk kisah Thalut yang dinilai layak memimpin bukan karena faktor material, melainkan kekuatan fisik dan kebijaksanaan intelektual.

“Kontekstualisasi hari ini menempatkan ‘ilm sebagai seluruh pengetahuan yang bermanfaat, dan jism sebagai kesehatan, kebugaran, ketahanan mental, serta kecakapan hidup yang diasah melalui disiplin dan kebiasaan sehat,” jelas Mu’ti.

Kerangka tersebut, lanjutnya, menempatkan MBG tidak sekadar sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai pintu masuk pembentukan karakter. Generasi unggul membutuhkan tubuh yang sehat agar ilmu dapat berkembang dan diwujudkan dalam karya nyata.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) itu menegaskan, tujuan utama MBG adalah membentuk generasi yang siap belajar, siap bekerja, dan siap memikul tanggung jawab kebangsaan.

“Pada titik ini, makanan bergizi dipandang bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman, termasuk menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru