Pembakar Toko Emas di Makassar Ternyata Sudah Beraksi di Jeneponto

139 Shares

HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Polisi mengungkap fakta baru terkait pelaku S (41) yang membakar toko emas di Kota Makassar

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana mengatakan, pelaku sudah melakukan kejahatan serupa sebelumnya di Kabupaten Jeneponto.

- Advertisement -

Devi Sujana, menyebut aksi itu terjadi pada 9 Februari 2026. Lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Jeneponto dengan modus yang sama.

“Pada 9 Februari kemarin, pelaku juga beraksi di Jeneponto. Kejahatannya sama dan dilakukan oleh orang yang sama,” kata Devi, saat dikonfirmasi Holopis.com, Minggu (15/2).

- Advertisement -

Aksi pelaku terkuak setelah penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar mendalami pemeriksaan dan menelusuri rekam jejaknya. Dari hasil pengembangan, S diketahui terlibat dalam peristiwa serupa di Kabupaten Jeneponto beberapa hari sebelumnya.

Rekaman CCTV yang diamankan polisi memperlihatkan S masuk ke sebuah toko emas di Jeneponto dengan pola yang sama.

Dia membakar di dalam toko untuk menciptakan kepanikan, lalu memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil perhiasan emas saat penjaga dan pengunjung lari menyelamatkan diri.

Devi menyebut hasil pengembangan penyidikan mengungkap jumlah kerugian dalam aksi di Jeneponto. Emas yang dikuasai pelaku langsung dilepas tak lama setelah kejadian.

“Jumlah emas yang berhasil diambil sebanyak 47,6 gram dan telah dijual seharga Rp70 juta di daerah Bantaeng,” ucap Devi.

Sebelumnya, seorang pengunjung perempuan membakar toko Emas Logam Mulia di Kawasan Jalan Sompa Opu, Kota Makassar.

Peristiwa pembakaran itu terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026 sekitar pukul 13.25 wita.

Video pembakaran itu viral di media sosial setelah pengunjung lain merekam peristiwa tersebut menggunakan ponsel.

Dalam video yang beredar di media sosial, toko mengalami kebakaran dan sempat membuat karyawan serta pengunjung berhamburan ke luar menyelamatkan diri.

Menurut saksi mata di TKP yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kejadian bermula saat seorang perempuan berhijab masuk ke dalam toko.

Ia disebut sempat berbincang dengan karyawan dan menanyakan harga cincin.

“Pelakunya perempuan. Pakai jilbab, tidak menutupi wajah juga,” ujar saksi mata di TKP.

Saksi tersebut menjelaskan, awalnya perempuan tersebut dilayani baik oleh penjaga toko emas. Dia mengaku ingin melihat emas dan berniat membeli cincin. Tidak ada gelagat yang mencurigakan pada awalnya.

Namun, situasi berubah cepat ketika perempuan itu tiba-tiba menyalakan api dari sebuah botol yang dibawanya. Belakangan diketahui botol tersebut berisi bensin.

“Kejadiannya cepat sekali. Pas tanya-tanya, tiba-tiba dia bakar itu bensin. Api langsung besar, jadi orang-orang panik berhamburan ke luar,” jelasnya.

Api dengan cepat menyambar bagian dalam toko, termasuk etalase tempat perhiasan dipajang.

Para karyawan yang terkejut langsung berteriak dan berusaha menyelamatkan diri. Sejumlah pengunjung dan warga sekitar ikut berhamburan ke luar dari area pertokoan.

Meski api sempat membesar, tidak terdengar adanya ledakan. Saksi memastikan benda yang digunakan bukanlah bom molotov seperti kabar yang sempat beredar.

“Tidak ada ledakan. Api langsung membesar dari botol air mineral berisi bensin. Jadi bukan bom molotov,” tegasnya.

Warga sekitar yang menyadari kejadian itu bergerak cepat mengamankan perempuan tersebut sebelum situasi semakin memburuk.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Perempuan yang diduga sebagai pelaku langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah dibawa ke kantor polisi karena orang-orang langsung amankan tadi,” tambahnya.

Dari hasil olah TKP sementara, polisi menemukan botol minuman yang diduga digunakan untuk membawa bensin.

Kapolrestabes Makassar komber Arya Perdana mengatakan pelaku sudah diamankan, Jatantras.

“Terduga pelaku sudah diamankan,”ujarnya.

Hingga kini, kata Arya, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi nekat pelaku.

Belum ada keterangan resmi terkait alasan pelaku melakukan tindakan tersebut, termasuk apakah ada unsur gangguan emosional, atau motif lain.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun insiden itu sempat menimbulkan kepanikan luas, mengingat lokasi toko berada di kawasan strategis dan selama ini relatif aman.

“Tidak ada korban jiwa, cuma kita kaget karena tidak pernah ada kejadian seperti ini di sini. Walaupun ini kawasan strategis ya, tidak pernah ada kejahatan begitu sebelumnya. Makanya kita semua panik,” jelasnya.

Belakangan diketahui ternyata perempuan tersebut terlilit utang yang mencapai miliaran.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
139 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru