Selasa, 17 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 17 Feb 2026

GNK Desak Komdigi Bersihkan Ruang Digital dari Polusi Narasi Negatif Sepanjang Ramadan 2026

10 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suhu di ruang digital dan jagat penyiaran nasional diharapkan tetap sejuk. Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengambil langkah ekstra dalam memastikan kondusivitas informasi bagi masyarakat.

Habib Syakur menekankan bahwa kekhusyukan umat dalam beribadah jangan sampai terganggu oleh provokasi, hoaks, maupun isu-isu lama yang sengaja digoreng kembali untuk menciptakan gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

- Advertisement -

Ulama asal Malang Raya ini pun menilai bahwa tanggung jawab Komdigi saat ini sangat vital. Ia meminta kementerian tersebut untuk lebih aktif meminimalkan konten-konten yang memicu kegaduhan publik. Menurutnya, ruang digital yang bersih adalah prasyarat utama agar energi positif Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Kita minta Komdigi memastikan ruang digital dan penyiaran kita adem serta kondusif sepanjang Ramadan. Jangan biarkan masyarakat disuguhi konten-konten yang memicu pertengkaran. Komdigi punya perangkatnya, gunakan itu untuk menjaga ketenangan batin umat,” ujar Habib Syakur dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/2/2026).

- Advertisement -

Salah satu isu yang disorot tajam oleh Habib Syakur adalah narasi dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan kembali ramai dibincangkan. Ia menganggap isu tersebut kontraproduktif dan hanya menjadi polusi informasi yang memicu perpecahan di akar rumput.

Habib Syakur berpendapat bahwa energi bangsa lebih baik diarahkan untuk hal-hal yang lebih substantif daripada terus berkutat pada isu yang sudah berkali-kali diklarifikasi secara hukum dan administratif.

“Isu-isu seperti dugaan ijazah palsu Jokowi yang saat ini ribut kembali, itu harus diminimalisir. Jangan dibiarkan liar menjadi kegaduhan publik yang tidak ada ujung pangkalnya. Menjelang Ramadan, kita butuh narasi yang membangun, bukan narasi yang merusak martabat orang dan membelah masyarakat,” tegasnya dengan lugas.

Minimalisir Gangguan Kamtibmas Digital

GNK mengingatkan bahwa gangguan Kamtibmas di era sekarang tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi sering kali bermula dari provokasi di dunia maya. Oleh karena itu, sinergi antara Komdigi dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama agar Ramadan 1447 H menjadi momen rekonsiliasi nasional.

“Ruang penyiaran dan media sosial harus diisi dengan konten yang menyejukkan hati. Kita ingin Ramadan tahun ini benar-benar tenang. Komdigi harus berani menindak platform atau akun yang sengaja menyebarkan kegaduhan. Mari kita jaga nurani kebangsaan kita dengan tidak memberikan panggung bagi para provokator,” pungkas Habib Syakur.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru