Gunung Wanggameti dan Mitos Hantu Penakut Penebang Liar

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gunung Wanggameti yang dikenal sebagai puncak tertinggi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya memiliki nilai ekologis penting, tetapi juga menyimpan legenda rakyat yang hingga kini masih diceritakan masyarakat setempat.

Gunung Wanggameti selama ini berperan sebagai salah satu sumber air bersih utama bagi warga Sumba. Selain itu, kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang mendukung kehidupan masyarakat, terutama yang berprofesi sebagai petani dan peternak.

Munculnya Sosok Kullu Kanuhu

Menurut cerita tersebut, pada masa lalu terjadi aktivitas penebangan pohon secara besar-besaran oleh sekelompok warga yang membuka lahan demi kepentingan pribadi. Aktivitas itu menyebabkan kerusakan hutan dan membuat sejumlah satwa meninggalkan habitatnya.

Di tengah kondisi tersebut, diceritakan hiduplah seekor burung putih berekor panjang bernama Kullu Kanuhu. Burung ini disebut-sebut memilih bertahan di dalam hutan meski lingkungan sekitarnya mulai rusak.

Legenda menyebutkan, Kullu Kanuhu kemudian menyamar sebagai makhluk halus untuk menakuti para penebang. Setiap kali ada warga yang hendak menebang pohon, terdengar suara lolongan menyeramkan dari dalam hutan. Penampakan sosok putih berekor panjang membuat para penebang ketakutan dan meninggalkan lokasi.

Cerita mengenai “hantu Gunung Wanggameti” pun menyebar luas di masyarakat dan secara tidak langsung menghentikan aktivitas penebangan liar di kawasan tersebut.

Kisah ini berlanjut dengan munculnya seorang pemuda yang penasaran dan memutuskan mendatangi hutan seorang diri tanpa membawa alat tebang. Dalam legenda itu, pemuda tersebut tidak merasa takut dan justru berdialog dengan sosok yang diyakini sebagai jelmaan Kullu Kanuhu.

Burung tersebut menyampaikan pesan bahwa manusia diperbolehkan memanfaatkan alam, namun harus tetap menjaga kelestarian dan tidak melakukan eksploitasi berlebihan.

Pemuda itu kemudian kembali ke permukiman dan menyampaikan pesan tersebut kepada warga. Sejak saat itu, masyarakat dikisahkan mulai menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghentikan penebangan secara masif.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Aisha Balqis Salsabila
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Aisha Balqis Salsabila, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU