HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan transformasi pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan indeks pertanaman.
“Tujuannya apa? Ini bisa meningkatkan planting index atau indeks pertanaman, satu kali menjadi tiga kali karena menggunakan peralatan modern,” kata Amran dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026) dikutip Holopis.com.
Amran mengatakan transformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern juga dapat menurunkan biaya sekitar 50 persen.
“Yang dulunya menggunakan sapi kemudian menjadi traktor. Kemudian tanam dulu itu hanya satu hektare menggunakan 25 orang, sekarang hanya menggunakan satu orang,” katanya.
Pemanfaatan drone dan combine harvester juga merupakan bagian dari upaya transformasi pertanian menjadi modern. Transformasi pertanian dari tradisional menjadi modern tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tukar petani.
Amran mengungkapkan kebanggaannya terhadap kemajuan teknologi alat mesin pertanian (alsintan), salah satunya adalah generasi terbaru combine harvester hasil pengembangan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan).
Menurutnya, kehadiran generasi baru combine harvester menjadi simbol kemajuan mekanisasi pertanian Indonesia. Teknologi ini memungkinkan kegiatan panen dilakukan lebih cepat, efisien, dan presisi, bahkan di lahan sawah dengan kondisi drainase buruk.
Amran juga mengungkapkan alsintan telah mengalami perkembangan yang menawarkan teknologi lebih terjangkau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menegaskan penerapan teknologi canggih di sektor pertanian menjadi kunci keberlanjutan swasembada pangan nasional. Amran mencontohkan kegiatan tanam yang dulu membutuhkan 25 orang untuk satu hektare, kini dapat dilakukan oleh satu operator dengan mekanisasi pertanian hanya dalam satu hari.

