Sumatera Bangkit! 12.896 Huntara Dibangun, TNI Jadi Motor

9 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pemulihan wilayah terdampak bencana wilayah Sumatera terus dikebut dan jadi perhatian pemerintah. Skala pelibatan TNI masih dikerahkan dalam penanganan bencana di sejumlah titik prioritas wilayah terdampak.

Kepala Staf Umum (KASUM) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon sekaligus Wakil Ketua I Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyampaikan update dalam konferensi pers percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam Sumatera.

- Advertisement -

Rapat sebelum konferensi pers juga jadi bagian dari koordinasi lintas kementerian/lembaga dalam memastikan percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Letjen Richard menjelaskan kesiapsiagaan dan skala pelibatan TNI dalam penanganan bencana di Sumatera. Ia bilang kekuatan prajurit TNI dikerahkan pada titik-titik prioritas wilayah terdampak.

- Advertisement -

Dia mengatakan personel TNI yang dilibatkan di tiga provinsi berjumlah 23.491 orang. “Dan, ini tersebar di seluruh wilayah-wilayah bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada titik-titik prioritas,” kata Richard, dalam keterangan Pusat Penerangan TNI, dikutip pada Kamis, (12/2/2026).

Menurut dia, TNI bersama kementerian/lembaga dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berperan aktif dalam pembangunan dan pembenahan infrastruktur. Hal itu sebagai bagian dari program rekonstruksi pascabencana.

Pun, untuk pembangunan hunian sementara (Huntara), TNI bersama kementerian/lembaga melaksanakan pembangunan di tiga provinsi dengan total 12.896 unit.

Lalu, di Sumatera Utara terdapat 1.051 unit, dengan TNI mengerjakan 320 unit. Salah satunya di Desa Aek Lotong, Tapanuli Selatan sebanyak 45 dari 119 unit dengan progres 37 persen.

Kemudian, di Sumatera Barat terdapat 445 unit Huntara. Dengan rincian, TNI mengerjakan 351 unit, sebagian besar lokasi sudah mencapai progres 100 persen, termasuk di Nagari Pulut, Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 38 dari 60 unit dengan progres 40 persen.

Sementara, di Aceh direncanakan 11.400 unit Huntara, dengan TNI mengerjakan 645 unit yang tersebar di Pidie Jaya (25 dari 542 unit, progres 73 persen), Aceh Utara (5 dari 1.133 unit, progres 98 persen).

Berikutnya, Aceh Tamiang (100 dari 4.282 unit, progres 100 persen), Bener Meriah (50 dari 798 unit, progres 35 persen), dan Nagan Raya (75 dari 609 unit, progres 20 persen).

Richard menambahkan selain Huntara, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) juga menjadi fokus. Total pembangunan Huntap mencapai 3.923 unit yang terdiri atas 1.202 unit di Sumatera Utara dengan TNI mengerjakan 32 unit. Dengan saat ini, sebagian besar masih dalam tahap perencanaan dan peninjauan.

Di Sumatera Barat, ada 71 unit yang seluruhnya dikerjakan TNI, berlokasi di Jalan Gajah Tanang Kota Padang dengan progres 95 persen. Lalu, Kelurahan Kapolokoto Kota Padang yang telah selesai 100 persen. Sementara, di Aceh ada 2.650 unit Huntap. Tapi, hingga saat ini belum ada pekerjaan yang dilaksanakan oleh TNI.

Dalam upaya memulihkan konektivitas antarwilayah, pembangunan jembatan menjadi prioritas utama. Jembatan Gantung dibangun sebanyak 37 unit, dengan rincian di Sumatera Utara 13 unit (4 selesai, 9 dalam proses), Sumatera Barat 9 unit (seluruhnya dalam proses), dan Aceh 15 unit (6 selesai, 9 dalam proses).

Jembatan Bailey berjumlah 44 unit, terdiri atas Sumatera Utara 7 unit (5 selesai, 2 proses), Sumatera Barat 11 unit (10 selesai, 1 proses), dan Aceh 26 unit (24 selesai, 2 proses).

Selanjutnya, dari 72 unit Jembatan Aramco, sebanyak 46 unit sudah selesai, yakni di Sumatera Utara 8 dari 18 unit, Sumatera Barat 5 dari 14 unit, dan Aceh 33 dari 40 unit. Selain itu, Kementerian Pertahanan juga beri dukungan pembangunan 13 jembatan. Rinciannya, dengan 7 unit dalam proses pembangunan, 5 unit tahap uji fungsi, dan 1 unit dalam proses pengiriman.

Richard menegaskan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Ia menekankan pelibatan TNI, personel dan pengarahan alutsista TNI terus dilakukan secara maksimal.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI yang sudah bekerja membantu wilayah terdampak Sumatera. “Yang telah melakukan tugas terbaiknya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana, baik melalui pengerahan sumber daya maupun personel di lapangan,” tutur Richard.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru