Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Ramadan, Warga Diminta Tak Panic Buying

8 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta jajarannya agar bisa aktif melakukan monitoring jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Monitoring penting dilakukan untuk memastikan stok ketersediaan bahan pokok aman dengan sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Pram menyampaikan demikian usai memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Paripurna di Balai Kota DKI Jakarta. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menjaga harga bahan pokok sehingga inflasi tetap terjaga.

- Advertisement -

“Kami telah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menjaga harga bahan pokok agar tidak mengalami kenaikan dan inflasi tetap terjaga, serta menyiapkan persiapan mudik Lebaran,” kata Pram, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Selasa, (10/2/2026).

Pram pun mengingatkan agar jajarannya juga rutin mengecek pasokan gas LPG 3 kilogram. Menurut dia monitoring dilakukan sebagai early warning system untuk memastikan stok aman dan harga sesuai HET.

- Advertisement -

Menurut Pram, dari laporan Asisten Perekonomian dan Keuangan, ketersediaan pangan untuk Ramadan dan Idulfitri di Jakarta, termasuk hari besar lainnya seperti Imlek dan Nyepi, terpantau dalam kondisi aman. Pasalnya, stok cadangannya masih mencukupi.

“Untuk subsidi pangan, kami melihat hampir semua komoditas di Jakarta saat ini relatif terkontrol dengan baik,” jelasnya.

Dijelaskan Pram, ketersediaan pangan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 9 Februari 2026 masih aman. Hal itu mencakup beras 182.172 ton, daging sapi 1.223,9 ton, daging ayam 4,35 ton, gula 437,4 ton, cabai 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 46 ton, serta minyak goreng 625 ton.

Lebih lanjut, Pram juga mengimbau agar masyarakat tak panic buying karena stok bahan pangan dan kebutuhan pokok cukup. Politikus PDIP itu juga sudah memastikan kegiatan pasar murah terus dilanjutkan dengan melibatkan BUMD pangan, seperti Food Station, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya, demi menjaga daya beli masyarakat.

Pram menuturkan Bank Indonesia (BI) juga sudah melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2026 mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan itu menjadi 149,8 dari awalnya 145,3 pada Desember 2025.

Menurut dia, dengan angka itu, indeks kepercayaan konsumen Jakarta jauh lebih tinggi dibandingkan nasional berada di level 127.

“IKK ini mencerminkan bahwa daya beli dan harapan masyarakat Jakarta saat ini tinggi,” lanjut eks Sekretaris Kabinet era Presiden RI Joko Widodo itu.

Selain itu, Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI juga terus menyalurkan pangan subsidi bagi masyarakat tertentu. Selain itu, menggalakkan urban farming hingga melakukan pengawasan keamanan pangan.

Kemudian, ada impor daging sapi melalui Dharma Jaya, hingga menghadirkan promo belanja pangan khusus.

Pram menambahkan, Jakarta saat ini terbuka menyambut para pendatang. Namun, ia mengimbau agar para pendatang sebaiknya bisa membekali diri dengan kemampuan mumpuni agar mudah mencari kerja di Jakarta.

“Jakarta akan selalu terbuka bagi siapa saja, tetapi kami mengharapkan masyarakat yang datang memiliki keterampilan, kapabilitas, dan kapasitas untuk bekerja di Jakarta,” tuturnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru