HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (8/2) menyatakan bahwa perundingan nuklir terbaru antara Iran dan Amerika Serikat menunjukkan perkembangan positif. Ia menggambarkan proses tersebut sebagai langkah maju dalam upaya diplomatik kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform X, merujuk pada perundingan tidak langsung antara delegasi Iran dan AS yang berlangsung di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat (6/2). Ia menyebut dialog tersebut terlaksana berkat tindak lanjut dari sejumlah negara yang bersahabat di kawasan Asia Barat.
Pezeshkian menegaskan bahwa dialog tetap menjadi pendekatan utama Iran dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara damai, meskipun dinamika regional terus berkembang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi Iran dalam perundingan tersebut, menyampaikan sikap tegas Teheran terkait kedaulatan nasional.
“Tidak ada pihak yang berhak menentukan apa yang boleh atau tidak boleh kami miliki,” kata Araghchi saat berbicara dalam sebuah konferensi nasional di Teheran, dikutip Holopis.com, Senin (9/2).
Ia kembali menegaskan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir dan menolak segala bentuk tekanan dari pihak luar.
“Jika mereka berbicara kepada rakyat Iran menggunakan bahasa kekuatan, kami akan meresponsnya dengan bahasa yang sama. Namun, jika mereka berbicara kepada kami dengan bahasa penuh hormat, respons kami juga akan diberikan dengan bahasa yang sama,” ujar Araghchi.
Perundingan di Muscat berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, termasuk bertambahnya kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah serta langkah-langkah kesiapsiagaan yang dilakukan Iran.
Usai pertemuan tersebut, Araghchi menyebut perundingan sebagai awal yang positif, namun menegaskan kelanjutannya masih bergantung pada konsultasi lanjutan di ibu kota masing-masing negara serta keputusan politik yang akan diambil selanjutnya.

