HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di balik riuhnya deretan action figure dan tumpukan komik di Kartika Expo Center, tersimpan sebuah narasi besar tentang konsistensi yang telah berjalan selama dua dekade.
Jakarta Toys & Comic Fair (Toys Fair) 2026 resmi membuka pintunya pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026, menandai tahun ke-21 penyelenggaraan yang kini bukan lagi sekadar pasar, melainkan jantung dari ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Sejak pertama kali menggebrak pada 2005, pameran tahunan bertema “Toys, Comics and Collectibles” ini telah berevolusi dari sekadar tempat berkumpulnya pehobi menjadi panggung utama peluncuran inovasi.
Kolaborasi apik antara SACCA Production dan Provaliant Group tahun ini berhasil menyulap ruang pameran menjadi titik temu bagi 19.812 pengunjung (berdasarkan data tahun lalu) yang ingin menyaksikan lahirnya prototipe-prototipe masa depan dari kreator lokal dan internasional.
“Ini bukan hanya soal angka 21 tahun, tapi soal menjaga ruang bagi para kreator agar tetap punya kepastian untuk berkarya,” ungkap Riza Satyagraha, Founder & CEO SACCA Production.
Ia menegaskan bahwa acara ini adalah oase bagi UMKM sektor kreatif dan fashion untuk membuktikan bahwa produk lokal punya taji yang sama tajamnya dengan brand luar negeri.
Ajang ini semakin “bernyawa” dengan kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky. Dalam kunjungannya, Menekraf membawa pesan penting tentang masa depan Intellectual Property (IP) lokal.
Menurutnya, zamannya sekarang adalah bisnis derivatif; di mana sebuah sketsa komik tidak boleh mati di atas kertas, melainkan harus hidup kembali sebagai film, animasi, hingga gim yang mendunia.
Visi tersebut disambut hangat oleh Provaliant Group melalui filosofi elevating your IP from vision to commerce. Chandra Sugiono, sang Owner, membawa pengalaman 15 tahun mengelola IP global untuk membantu IP asli Indonesia agar tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mampu bertahan secara finansial melalui monetisasi dan aktivasi ritel yang berkelanjutan.
Lantai pameran pun menjadi saksi hidup bagaimana IP-IP lokal seperti BumiLangit Universe, Almanak Ghoib, Beastnolyze, hingga Eastwood.Gun memamerkan taringnya. Jakarta Toys & Comic Fair 2026 sekali lagi membuktikan bahwa di tangan yang tepat, hobi bisa menjadi industri, dan imajinasi bisa menjadi penggerak ekonomi bangsa yang tak ada habisnya.

