HOLOPIS.COM, JAKARTA – Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan setelah jutaan halaman Epstein Files dirilis ke publik. Epstein dikenal sebagai pemodal asal Amerika Serikat yang belakangan terungkap sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap anak dan perdagangan manusia lintas negara.
Jeffrey Edward Epstein lahir pada 20 Januari 1953 dan meninggal dunia pada 10 Agustus 2019 di sel penjara Manhattan. Ia ditemukan tewas saat menunggu proses hukum atas dakwaan perdagangan seks, dalam kematian yang hingga kini masih memicu perdebatan publik.
Karir Jeffrey Epstein
Karier profesional Epstein bermula di luar dunia keuangan. Ia sempat bekerja sebagai guru di Dalton School, New York, meski tidak memiliki gelar sarjana. Epstein direkrut oleh Donald Barr, kepala sekolah saat itu, sebelum akhirnya diberhentikan pada 1976.
Setelah meninggalkan dunia pendidikan, Epstein beralih ke sektor perbankan dan keuangan. Ia bekerja di Bear Stearns dalam berbagai posisi, sebelum mendirikan perusahaan investasinya sendiri. Dari sinilah Epstein membangun kekayaan sekaligus menjalin hubungan dengan lingkaran elite global.
Dalam perjalanannya, Epstein dikenal memiliki jaringan pergaulan yang luas, mencakup politisi, pengusaha, hingga tokoh publik ternama. Namun di balik citra sebagai pemodal sukses, ia diduga merekrut dan mengeksploitasi sedikitnya 1.000 anak perempuan di bawah umur, remaja, dan perempuan muda.
Para korban dilaporkan mengalami pemerkosaan berulang dan kekerasan seksual, baik oleh Epstein sendiri maupun pihak-pihak yang terlibat dalam jaringannya. Kejahatan tersebut berlangsung selama bertahun-tahun dan melibatkan berbagai lokasi, termasuk properti milik Epstein di Amerika Serikat dan luar negeri.
Epstein sempat menjalani hukuman penjara pada 2008 setelah mengaku bersalah atas dakwaan prostitusi, termasuk yang melibatkan anak di bawah umur. Namun, vonis tersebut dinilai ringan dan menuai kritik luas, sebelum akhirnya ia kembali ditangkap pada 2019 dengan dakwaan federal yang lebih berat.
Kasus Epstein kini dipandang sebagai salah satu skandal kejahatan seksual dan perdagangan manusia terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat, dengan dampak global yang masih terus terungkap melalui dokumen dan kesaksian baru.

