Pemprov DKI Ungkap Biang Kerok Banjir Daan Mogot KM 13

39 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, kawasan Jalan Daan Mogot KM 13 kerap tergenang banjir karena posisi jalan berada lebih rendah dibandingkan permukaan sungai di sekitarnya.

Kondisi tersebut membuat wilayah itu mudah terendam meski hujan dengan intensitas tidak terlalu tinggi.

- Advertisement -

“Saat ini kami berada di Jalan Daan Mogot KM 13 yang selama ini selalu banjir. Penyebabnya karena posisi jalan berada di bawah permukaan sungai. Dengan curah hujan 100 milimeter saja, lokasi ini sudah pasti tergenang,” ujar Pramono dalam kegiatan Peninjauan Pembangungan Pompa Daan Mogot, Selasa, (3/2/2026), sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.

Untuk mengatasi banjir dalam jangka pendek, Pramono menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasang tiga pompa stasioner di titik rawan, yakni KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas penanganan genangan air di kawasan tersebut.

- Advertisement -

“Untuk penanganan jangka pendek, kami akan memasang tiga pompa stasioner di KM 13, KM 13A, dan KM 13B,” katanya.

Menurut Pramono, sebelumnya kawasan tersebut hanya mengandalkan pompa mobile dengan kapasitas terbatas. Kini, kapasitas pompa ditingkatkan secara signifikan agar genangan dapat lebih cepat surut.

“Sebelumnya hanya ada pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik. Sekarang kapasitasnya meningkat menjadi 7.000 liter per detik,” jelasnya.

Ia berharap langkah tersebut dapat mengurangi risiko banjir dalam waktu dekat sembari menyiapkan solusi jangka menengah yaitu pembebasan lahan.

“Saya bersama Kementerian ATR/BPN akan menyelesaikan pembebasan lahan sekaligus membagikan sertifikatnya. Langkah ini penting agar penanganan banjir Jakarta secara jangka menengah bisa berjalan dengan baik,” ujar Pramono.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen melanjutkan proyek penanganan banjir yang sempat tertunda sejak 2022 serta melakukan penataan kawasan secara menyeluruh.

“Sekaligus kami akan menyelesaikan proyek yang tertunda sejak 2022 dan menata kawasan ini secara menyeluruh,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
39 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru