Bikin Heboh, Dokumen Epstein Ungkapkan Kiswah Ka’bah Pernah Dikirim untuknya

27 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rilis Epstein Files terbaru memunculkan detail sensitif terkait dugaan pengiriman kiswah Kaaba ke kediaman Jeffrey Epstein di Amerika Serikat. Informasi tersebut berasal dari korespondensi email yang tercantum dalam dokumen Departemen Kehakiman AS.

Dalam email bertanggal Februari hingga Maret 2017, pengaturan pengiriman tiga potong kiswah disebut melibatkan seorang pebisnis perempuan berbasis di Uni Emirat Arab yang bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah al-Maari. Pengiriman dilakukan melalui jalur kargo udara internasional dari Arab Saudi menuju Florida, Amerika Serikat.

- Advertisement -

“Kain hitam tersebut telah disentuh oleh jutaan umat Muslim dari berbagai latar belakang dan mazhab,” ungkap Ahmadi dalam salah satu email, dikutip Holopis.com, Selasa (3/2).

Ia menyebutkan bahwa kiswah itu menjadi saksi doa, harapan, dan air mata para jamaah yang datang dari berbagai penjuru dunia.

- Advertisement -

Dokumen juga memuat rincian teknis pengiriman, mulai dari invoice, pengurusan bea cukai, hingga klasifikasi barang. Disebutkan bahwa satu potong kiswah yang tidak pernah digunakan dimanfaatkan untuk menghindari pembatasan pengiriman, sehingga keseluruhan kiriman dapat dikategorikan sebagai karya seni atau artworks.

“Saat menyentuhnya, para jamaah menitipkan doa, harapan, dan keinginan mereka, dengan keyakinan bahwa semua itu akan dikabulkan,” tulis Ahmadi.

Dokumen Kiswah Ka'bah
File dokumen Kiswah Ka’bah. [Foto: Istimewa]

Email-email tersebut menyebutkan bahwa tiga potong kiswah yang dikirim terdiri atas satu bagian dari dalam Kaaba, satu bagian dari penutup luar Kaaba, serta satu potong kain lain yang dibuat dari bahan serupa namun tidak pernah digunakan. Pengiriman tersebut diyakini tiba di rumah Epstein pada Maret 2017, hampir satu dekade setelah ia menyelesaikan masa hukuman dan tercatat sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Dokumen tidak menjelaskan alasan pengiriman kiswah tersebut maupun bagaimana hubungan antara Aziza al-Ahmadi dan Epstein terjalin. Namun, sejumlah email menunjukkan komunikasi intens antara Ahmadi dengan Epstein serta sekretarisnya, termasuk pesan yang menanyakan kondisi Epstein setelah Badai Irma melanda kawasan Karibia pada September 2017 dan merusak pulau pribadinya.

Tidak diketahui apakah Ahmadi pernah mengunjungi pulau Epstein, Little Saint James, yang kemudian terungkap sebagai salah satu lokasi utama operasi perdagangan seks yang dijalankan Epstein.

Dokumen Kiswah Ka'bah Epstein
Dokumen Kiswah Ka’bah yang dikirimkan ke Epstein. [Foto: Istimewa]

Rilis Epstein Files ini juga mencatat keterkaitan Epstein dengan sejumlah figur dari kawasan Teluk dalam konteks hubungan pribadi, bisnis, hingga politik. Beberapa korespondensi menyinggung isu-isu geopolitik besar, termasuk pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi dan blokade Qatar pada 2017.

Nama Indonesia Juga Diduga Muncul di Epstein Files

Tak hanya heboh pengiriman Kiswah, dokumen Epstein juga menyebutkan nama Bali dan Jakarta, dua tempat yang pernah dikunjungi Epstein.

Netizen kemudian mengait-ngaitkan file yang menyebut Indonesia itu dengan kebun milik Epstein di New Mexico yang dikenal sebagai Zorro Ranch. Lokasi ini dikabarkan akan dibuat menjadi pabrik bayi, di mana ia diduga membiakkan anak-anak untuk tindak kriminal.

Meski demikian, tidak diketahui apakah memang ada kaitan penting atau tidak antara Jeffrey Epstein dan dua kota Indonesia tersebut. Sebagai informasi, Epstein files secara keseluruhan mencakup lebih dari enam juta halaman dokumen, gambar, dan video yang memuat rincian aktivitas kriminal Jeffrey Epstein serta jejaring pergaulannya yang melibatkan sejumlah figur publik.

Pada masa kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat 2024, Donald Trump sempat mengemukakan wacana pembukaan Epstein files, namun kemudian menyebut berkas tersebut sebagai rekayasa politik.

Jeffrey Epstein adalah pemodal asal AS yang terbukti sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap anak dan perdagangan manusia. Ia diduga merekrut ratusan hingga ribuan korban perempuan di bawah umur dan dewasa muda yang mengalami kekerasan seksual berulang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
27 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru