HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah daerah diminta menyusun strategi aktif untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana wilayah Sumatera. Salah satu yang mesti dipercepat yakni pembangunan Hunian Sementara atau Huntara.
Demikian disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera. Letjen Richard mengatakan itu saat melaksanakan kunjungan di tiga kabupaten di Sumatera Utara.
Dalam kesempatan itu, Letjen Richard mendengarkan paparan para bupati atau perwakilannya soal progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang sedang berjalan. Letjen Richard pun mencatat berbagai persoalan yang dihadapi. Dia juga berupaya beri saran, solusi praktis, serta arahan koordinasi lintas instansi untuk percepat penyelesaian di lapangan.
Dari keterangan Pusat Penerangan (Puspen) Mabes TNI, data pembangunan huntara di Kabupaten Tapanuli Selatan direncanakan sebanyak 816 unit. Rinciannya terdiri dari 683 unit huntara yang terpusat dan 133 unit huntara mandiri.

Pun, untuk huntara terpusat tersebar di empat desa, yakni Simarpinggan, Aek Latong, Simatohir, dan Napa. Di Desa Simarpinggan, sebanyak 186 unit telah selesai dibangun dengan pendanaan Danantara. Lalu, di Desa Aek Latong, dari target 118 unit, sudah rampung 88 unit yang didanai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Di Desa Simatohir, direncanakan 134 unit huntara dan saat ini sudah rampung 78 unit. Adapun di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, direncanakan pembangunan 245 unit huntara yang didanai Kementerian PUPR, dengan target 145 unit rampung pada Februari 2026.
Selanjutnya, untuk huntara mandiri di Tapanuli Selatan, dari target 133 unit, sudah rampung dibangun 64 unit yang didanai BNPB.
Saat pertemuan, masyarakat menyampaikan aspirasi agar di setiap lokasi huntara dilengkapi tempat ibadah. Selain itu, perlu taman bermain, serta tambahan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih.
Terkait itu, Letjen TNI Richard memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk segera berkoordinasi dengan kementerian dan instansi pusat terkait.
Adapun, pembangunan huntara di Kabupaten Tapanuli Tengah direncanakan sebanyak 106 unit. Kemudian, seluruhnya telah rampung, terdiri dari 67 unit rusunawa, 15 unit huntara di Asrama Haji Pinangsori, serta masing-masing 12 unit di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Muara Sibuntuon.

