Virus Nipah Mematikan, Infeksi dari Kelelawar Buah Bisa Bikin Pembengkakan Otak

39 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah India melalui Kementerian Kesehatan India menyampaikan kasus virus Nipah di negara bagian Bengal Barat sudah terkendali. Namun, infeksi virus ini sudah membuat cemas negara-negara di Asia.

Mengutip dari Sky News, Kamis, (29/1/2026), negara tetangga India di Asia Selatan seperti Nepal memberlakukan pengetatan protokol Kesehatan di akses masuk negara seperti bandara. Begitupun negara lain di kawasan Asia lainnya seperti Hongkong.

- Advertisement -

Negara Eropa seperti Inggris sudah melakukan sosialisasi dengan beri edukasi ke warganya terkait bahaya virus Nipah. Meski belum ada kasus di Inggris, Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA) sudah merilis informasi tentang bahaya penyakit itu.

Edukasi yang diberikan warga Inggris terkait kewaspadaan bepergian ke daerah tempat virus ini beredar.

- Advertisement -

Berikut informasi dari ulasan Sky News terkait virus Nipah terkait cara penyebarannya, gejala, hingga kemungkinan bisa diobati.

Penyakit Zoonosis

Infeksi virus Nipah adalah penyakit zoonosis. Penyakit zoonosis itu bisa menyebar antara hewan dan manusia yang dapat memicu berbagai penyakit. Penjelasan itu berdasarkan keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Virus Nipah juga bisa menyebar dengan cepat dari orang ke orang melalui kontak dekat. Selain itu, virus melalui makanan yang terkontaminasi.

Virus Nipah biasanya dibawa oleh kelelawar buah. Kelawar itu jenis besar yang dikenal sebagai kelelawar rubah terbang besar. Pun, hewan lain seperti babi juga bisa membawa virus tersebut.

Pembengkakan Otak

Gejala pada manusia imbas infeksi virus Nipah bisa dengan tanpa gejala. Saat ada orang yang terinfeksi virus Nipah menunjukkan sedikit atau tanpa gejala, ada bahaya lain imbas infeksi virus ini seperti pembengkakan otak yang mematikan atau dikenal sebagai ensefalitis.

Adapun orang yang terinfeksi kemungkinan akan mengembangkan gejala yang meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan

Kemudian, gejala-gejala ini bisa diikuti oleh pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut, menurut WHO.

Sebagian besar orang bisa pulih sepenuhnya dari virus mematikan ini. Tapi, beberapa kasus kambuh sudah dilaporkan.

Menurut WHO, tingkat kematian imbas virus itu diperkirakan 40-75%. Namun, kondisi itu bisa bervariasi tergantung pada wabahnya.

Belum Ada Vaksin yang Terbukti

Dari laporan Sky News, belum ada pengobatan yang terbukti untuk virus ini. Beberapa vaksin untuk melawannya sedang dalam pengembangan. Tapi, masih dalam tahap pengujian.

Pengobatan infeksi virus itu seringkali melibatkan perawatan intensif di rumah sakit. Perawatan itu untuk membantu mengatasi kondisi pernapasan atau neurologis yang parah.

Wabah pertama virus Nipah terjadi di wilayah Sungai Nipah dengan menyasar peternak babi di Malaysia pada 1998-1999. Singapura saat itu juga terkena dampaknya.

Menurut WHO, India dianggap sebagai salah satu wilayah yang paling berisiko di dunia terhadap wabah Nipah. Sementara infeksi Nipah pada manusia sudah dilaporkan hampir setiap tahun di Bangladesh sejak pertama kali muncul pada 2001.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
39 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis